alexametrics
Jumat, 30 Oct 2020
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Sayangku Digondol ”Kucing Garong”

03 Oktober 2020, 10: 19: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

Sayangku Digondol ”Kucing Garong”

BEKERJA di luar negeri selama hampir lima tahun sudah cukup membuat Yono (bukan nama sebenarnya) menjadi kaya. Penampilannya juga makin modis sekarang ini. Sudah bisa beli mobil dan sawah. Rumah orang tuanya yang awalnya papan kayu, sekarang sudah ditembok. Kata orang desa, kini rumahnya magrong-magrong.

Kepergian Yono ke luar negeri karena motivasi kekasihnya. Yono yang seorang lulusan sekolah menengah atas (SMA) waktu itu hanya bekerja di sawah. Menanam padi dan palawija. Selebihnya dia ikut membantu pekerjaan pamannya di gudang rongsokan untuk tambah-tambah penghasilan.

Hubungannya dengan Siti (nama samaran) tidak berbuah restu. Orang tua Siti tak suka anak gadisnya bergaul apalagi pacaran dengan Yono. ”Masa depannya suram,” kata bapaknya Siti waktu itu.

Untuk itu, Yono bertekad untuk memperbaiki perekonomiannya. Sebelum pergi merantau, dia sudah berpesan kepada Siti agar menunggunya pulang. Dia berjanji serius memperjuangkan kisah cintanya. Dia pinjam uang untuk modal kerja. ”Akan saya buktikan. Saya bisa sukses dan kaya,” kata Yono seperti bersumpah.

 Dia bekerja di sebuah pabrik kaca di Korea Selatan. Karena ketekunannya, Yono bisa menabung. Separo lebih gajinya digunakan untuk menabung.

Ketika dirasa sudah cukup penghasilannya dari merantau, dia memutuskan pulang. Dengan maksud memamerkan kerja kerasnya. Sayangnya Yono harus kecewa. Ketika dia sampai di rumah pujaan hatinya itu, dia melihat Siti sedang menggendong bayi. Yono mengira itu adik Siti atau anak tetangga.

Namun saat Yono hendak mengutarakan keinginannya untuk menikah, Siti sudah lebih dulu mengaku sudah bersuami. Bayi yang ada di gendongannya itu, tak lain anak Siti. Yono terpukul. Air mata tak tertahan lagi untuk tumpah. Apalagi mengetahui suami Siti adalah sahabatnya sendiri. 

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP