alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Panti Rehabilitasi Gangguan Jiwa Siapkan Kamar Khusus Pasien Perempuan

28 September 2020, 15: 56: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

SEL WANITA: Petugas Panti Rehabilitasi Jalma Sehat sedang memberi makanan pasien perempuan kemarin.

SEL WANITA: Petugas Panti Rehabilitasi Jalma Sehat sedang memberi makanan pasien perempuan kemarin. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Panti rehabilitasi gangguan jiwa dan cacat mental Jalma Sehat kini memiliki sel atau kamar untuk pasien perempuan. Kamar untuk rehabilitasi pasien perempuan ini terpisah dengan pasien laki-laki.

Pengelola Yayasan Jalma Sehat Agus Salim mengatakan, Yayasan Jalma Sehat telah didirikan pada 2014. Selama Enam tahun, pengelola hanya menerima pasien laki-laki. Namun karena melihat banyaknya permintaan ada kamar khusus pasien perempuan, akhirnya tahun ini direalisasikan.

”Dulu memang hanya laki-laki. Tahun ini kami baru menerima pasien perempuan,” katanya.

Panti rehabilitasi Jalma Sehat yang ada di Kecamatan Jekulo itu bisa menampung hingga 75 pasien. Saat ini terhitung ada 68 pasien yang menjalani rehabilitasi di sana. Dari jumlah tersebut ada yang merupakan pasien titipan dari keluarga. Tapi ada juga yang semula ODGJ yang terjaring razia Satpol-PP Kudus.

”Karena identitasnya tidak diketahui, kami namai Mr. X. Ini salah satu pasien yang kemarin terjaring razia Satpol PP di Pasar Baru. Ada beberapa yang memang tidak diketahui identitasnya, kami harap suatu saat ada keluarga yang tahu,” ucapnya sambil menunjuk salah satu pasien perempuan.

Dalam proses penyembuhan, tidak ada patokan pasti. Karena setiap pasien memiliki beban moral yang berbeda. Menurutnya, ada pasien enam bulan yang sudah sembuh, namun ada pula yang hingga bertahun-tahun perkembangannya masih minim.

Pihaknya pun mengelompokkan pasien berdasarkan tingkat kesembuhan. Pasien yang belum bisa mandiri dan masih dalam proses penyembuhan masih dikurung dalam aula. Sementara untuk pasien yang mulai membaik akan dikeluarkan dari ruangan dan diberi tanggung jawab.

”Yang mulai membaik diberi tanggung jawab. Contohnya pekerjaan mencuci pakaian, merapikan baju, berkebun, hingga berternak di sekitar panti,” tuturnya.

Bahkan pasien yang memang kondisinya sudah membaik diperbolehkan mengambil pekerjaan sesuai keinginan mereka. Ada yang jadi tukang parkir, berkebun hingga bekerja di peternakan ayam. Pihaknya ingin para ODGJ dapat sembuh dan bisa bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.

”Mereka kerja sesuai dengan kemauannya. Namun tetap mereka dalam pantauan dan perawatan,” tutupnya. 

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya