alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

DKK Kudus Blusukan ke Pasar untuk Edukasi Pedagang-Pembeli

24 September 2020, 08: 16: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

BLUSUKAN: Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus blusukan ke pasar untuk menyosialisasikan protokol kesehatan sekaligus bagi-bagi masker.

BLUSUKAN: Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus blusukan ke pasar untuk menyosialisasikan protokol kesehatan sekaligus bagi-bagi masker. (DONNY SETYAWAN RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus gencar blusukan ke pasar tradisional. Blusukan ini dilakukan untuk menyosialisasikan protokol kesehatan kepada pedagang dan pembeli.

Pada Jumat (11/9), tim DKK ke Pasar Jetak, Kaliwungu. Kemudian berlanjut ke Pasar Kalirejo, Undaan, pada Kamis (17/9) lalu.

Petugas dari DKK bersama 15 anggota Saka Bakti Husada (SBH), baik dari Kwaran dan Kwarcab Kudus membantu sosialisasi. Di mulai dari memakai masker hingga mencuci tangan.

PERSIAPAN: Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dan Saka Bakti Husada mempersiapkan diri sebelum blusukan ke pasar.

PERSIAPAN: Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dan Saka Bakti Husada mempersiapkan diri sebelum blusukan ke pasar. (DONNY SETYAWAN RADAR KUDUS)

Plt DKK Kudus dokter Abdul Aziz Achyar melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Anik Retnowati mengatakan, di pasar masih banyak yang tidak memakai masker. Untuk itu tim memberi edukasi menggunakan masker, dan mencuci tangan.

”Kami juga membagikan masker dan menyarankan untuk mencuci tangan lebih dulu sebelum masuk pasar. Meski sudah disediakan, kalau bisa warga membawa hand sanitizer sendiri, ini penting untuk pencegahan penularan virus Covid-19,” ungkapnya.

Masyarakat umum, kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan masih kurang. Dengan sosialisasi ini, pihaknya berharap pedagang maupun pembeli selalu ingin pentingnya menaati protokol kesehatan.

”Ya, ada masker tapi dipakai dicantolkan di leher. Kami membantu untuk mengingatkan supaya dipakai menutup hidung sampai dagu. Sasaran memang di pasar-pasar tradisional terutama yang berada di pinggir kota. Kesadaran protokol kesehatan masih rendah,” terangnya.

Anik menambahkan, selain ke pasar, pihaknya juga ke Puskesmas melalui kader ke masyarakat sekitar. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP