alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Terbitkan Perbup PKL untuk Penataan dan Pemberdayaan

24 September 2020, 07: 53: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

ATUR LOKASI: Plt Bupati Kudus Hartopo didampingi Sekdin Dinas Perdagangan Kudus Andi Imam Santoso (kiri) bersama OPD lainnya cek lokasi Balai Jagong. Penataan PKL.

ATUR LOKASI: Plt Bupati Kudus Hartopo didampingi Sekdin Dinas Perdagangan Kudus Andi Imam Santoso (kiri) bersama OPD lainnya cek lokasi Balai Jagong. Penataan PKL. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Dinas Perdagangan Kudus sudah membuat draf Perbup Pedagang Kaki Lima (PKL). Saat ini sudah diajukan bagian hukum. Perbup tersebut memperkuat Perda No. 11 Tahun 2017 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL.

Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti mengatakan selama ini Satpol PP sebagai penegak Perda setiap kali akan menindak selalu terbentur  belum adanya perbub yang mengatur zona bagi PKL.

Pihaknya gencar menata PKL supaya tertata rapi. Jumlah PKL terus bertambah, sehingga perlu diperkuat payung hukum.

Kenapa baru disusun, ada tambahan lokasi yang masuk zona merah. Termasuk ada kaitannya dengan pembangunan city walk. ”PKL nantinya seperti apa yang ada di Sunan Kudus,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kasi Pemberdayaan PKL R. Paulus Agus, perbup mempertegas lokasi mana saja yang dilarang dan diperbolehkan. Selama ini masih abu-abu, karena belum ada kepastian yang diperkuat dengan payung hukum.

 Ada beberapa tambahan lokasi yang dimasukkan zona merah. Ia menjelaskan seperti PKL Jalan GOR Wergu Wetan sebelumnya tidak masuk ditambahkan ke kelompok zona merah.

Terbagi dalam tiga zona yakni zona hijau, kuning, serta merah. Zona merah terdapat 20 lokasi, zona kuning 25 lokasi, dan zona hijau yang berjualan di area pasar.

DITATA: Plt Bupati Kudus Hartopo sidak PKL Balai Jagong baru-baru ini.

DITATA: Plt Bupati Kudus Hartopo sidak PKL Balai Jagong baru-baru ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Untuk zona merah atau larangan bagi PKL di antaranya  Jalan Mangga, alun-alun Simpang Tujuh,  Jalan A. Yani, dan lainnya. Kemudian untuk zona kuning terdapat di Jalan dr. Loekmonohadi (depan RSUD), Jalan Wakhid Hasyim, dan lainnya. Untuk zona hijau, area Pasar Kliwon, Pasar Jember dan area pasar Bitingan serta Balai Jagong.

Paulus, menjelaskan, aturan zona kuning PKL boleh berjualan mulai jam 16.00 hingga jam 24.00. Ia berharap draft Perbub PKL, segera diterbitkan sehingga akan jelas bagi Dinas Perdagangan serta Satpol PP dalam melakukan penataan dan penindakan kepada PKL yang melanggar.

”Zona hijau, PKL berjualan pagi dibolehkan. Seperti PKL Pasar Kliwon, ada yang berjualan pagi hingga sore. Kemudian, bergantian yang sore hingga malam hari,” imbuhnya.

IZIN JUALAN: PKL Balai Jagong sudah berjualan. Tetap terapkan protokol kesehatan.

IZIN JUALAN: PKL Balai Jagong sudah berjualan. Tetap terapkan protokol kesehatan. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

(ks/san/zen/top/JPR)

 TOP