alexametrics
Selasa, 27 Oct 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pemkab Kudus Siapkan Anggaran Rp 6 Miliar Bentuk Sekolah Unggulan

24 September 2020, 07: 36: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

SAPA ANAK-ANAK: Plt Bupati Kudus Hartopo mengenakan face slield mengunjungi siswa SDIT Al Islam saat melaksanakan simulasi.

SAPA ANAK-ANAK: Plt Bupati Kudus Hartopo mengenakan face slield mengunjungi siswa SDIT Al Islam saat melaksanakan simulasi. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Pendidikan di Kudus terus bebenah, khususnya untuk SD negeri. Sebab, persaingan semakin ketat, saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) mengeluhkan minim siswa.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kudus (Pemkab) Kudus bersama dengan DPRD sepakat membentuk sekolah unggulan di masing-masing kecamatan. Per sekolah dianggarkan Rp 6 miliar.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan di Kecamatan Kota sudah ada percontohan SD 1 Barongan. Selanjutnya, Kecamatan Undaan, disusul di kecamatan lainnya. Ia mengatakan, sekolah unggulan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.

PROTOKOL KESEHATAN: Siswa SDIT Al Islam mengenakan face slield simulasi siswa baru baru-baru ini.

PROTOKOL KESEHATAN: Siswa SDIT Al Islam mengenakan face slield simulasi siswa baru baru-baru ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

”Gedung sekolah diperbaiki. Penunjang kegiatan siswa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kecamatan. Jadi, tidak sama. Misalkan, yang akan diangkat tentang prestasi olahraga, ya maka dilengkapi fasilitasnya. Bidang sains atau lainnya, juga dipenuhi,” jelasnya.

Ia mengatakan, orang tua zaman sekarang tidak sekadar anaknya bisa baca tulis, tapi bakat mereka tersalurkan. Selama ini, SD negeri di Kudus masih sekadar belajar pulang. Ekstrakurikuler saja, terbatas dan anak dipaksakan yang tak sesuai bakatnya.

Sekolah unggulan nantinya, ekstrakurikuler disesuaikan dengan bakat anak yang ada. Ia melihat di sekolah swasta, mengarah pada mengarahkan bakat anak. Meski kurikulum sama, metode pembelajaran juga berbeda. Inilah yang nantinya akan diterapkan di SD unggulan.

”Kami bersama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) sudah memetakan sekolah mana saja yang akan dijadikan sekolah unggulan,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widodo mengatakan adanya sekolah unggulan diharapkan mampu meningkatkan kualitas SD negeri. Sekolah gratis, tapi fasilitas terpemuhi.

”Ya, kami berusaha untuk melakukan pembenahan SD negeri. Selama ini keluhannya kekurangan siswa. Maka, kami mengevaluasi, apa yang menjadi penyebab kurangnya siswa. Guru-gurunya juga ikut berperan menentukan kualitas sekolah,” ujarnya.

Untuk itu, sekolah unggulan bisa memperbaiki image sekolah negeri selama ini mulai tidak diminati. Sehingga, harus diperbaiki baik dari segi fasilitas, dan sumber daya manusia (SDM). 

(ks/san/zen/top/JPR)

 TOP