alexametrics
Selasa, 27 Oct 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

City Walk Kudus Usung Konsep Herritage dan Asri

24 September 2020, 07: 24: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

JALUR PEJALAN KAKI: Pengerjaan City Walk di jalan Sunan Kudus dimulai. Proyek ini mengusung konsep heritage dan asri, sekaligus diharapkan bisa menyerap genangan air saat hujan.

JALUR PEJALAN KAKI: Pengerjaan City Walk di jalan Sunan Kudus dimulai. Proyek ini mengusung konsep heritage dan asri, sekaligus diharapkan bisa menyerap genangan air saat hujan. (GALIH ERLAMBANG W/Radar Kudus)

Share this      

KUDUS - Jalur pedestrian city walk jadi kado manis di Hari Jadi ke-471 Kota Kudus. Saat ini tahapannya sudah dikerjakan. Konsep pembangunannya mengusung heritage dan asri.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kudus Arief Budi Siswanto mengatakan, pembangunan yang lokasinya berada di Jalan Sunan Kudus ini, panjang pengerjaannya 562 meter.

”Keberadaan city walk ini diharapkan bisa menyerap genangan air ketika terjadi musim hujan datang,” ujarnya.

DIKEBUT 110 HARI: Alat berat mulai mengerjakan city walk di jalan Sunan Kudus.

DIKEBUT 110 HARI: Alat berat mulai mengerjakan city walk di jalan Sunan Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/Radar Kudus)

Terkait rancangan desain yang diusung, pembangunan memilik konsep heritage dan asri. Dalam hal ini, rencana konstruksi lantai dipasang granit. Agar terlihat klasik ukurannya 30 x 60 sentimeter. Dengan ketebalan dua sentimeter. Jalur pejalan kaki ini, juga menghubungkan beberapa ikon Kota Kudus, seperti Menara Kudus dan Omah Kembar Nitisemito.

Proyek yang menelan anggaran Rp 16,43 miliar ini, ketika selesai akan memiliki lebar tujuh meter. Dengan didukung ukuran bahu jalan di kanan dan kiri 1,5 meter. Sedangkan rata-rata eksistingnya adalah 22 meter.

”Sekarang sudah mulai dikerjakan. Lama pengerjaan selama 110 hari,” katanya.

Dia menambahkan, beberapa pemanis akan dipasangkan pada city walk. Salah satunya ruang terbuka hijau. Di ruas Jalan Sunan Kudus itu, akan diberi penghijauan pohon tabebuya dengan empat warna. Yakni, pink, kuning, putih, dan merah.

Pada sisi pintu masuk atau di bagian barat, sesuai rancangan detail engginering desain (DED) akan dilengkapi dengan gapura yang berkonsep etnik. Jalur pedestrian ini, juga akan dilengkapi material untuk keramahaan penyandang disabilitas.

”Ruas trotoar di bagian utara akan dipergunakan untuk kantong parkir,” katanya.

Arief menambahkan, ikon baru Kota Kudus ini, saat malam hari akan dipergunakan untuk menampung PKL yang berjualan. Sedangkan siang hari akan dimaksimalkan untuk pejalan kaki. 

(ks/gal/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya