alexametrics
Selasa, 27 Oct 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Banyak Kendala, Ini Sebab Bantuan Kuota Internet Pelajar Belum Turun

22 September 2020, 12: 48: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

BELAJAR BERSAMA: Anak-anak belajar bersama di masa pandemi lantaran keterbatasan sarana prasarana untuk daring.

BELAJAR BERSAMA: Anak-anak belajar bersama di masa pandemi lantaran keterbatasan sarana prasarana untuk daring. (KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Bantuan kuota data internet bagi peserta didik dijadwalkan turun mulai hari ini. Meski begitu, proses pengusulan dari sekolah-sekolah belum semuanya tuntas. Sebab, masih banyak kendala.

Kendala itu, mulai dari nomor HP siswa bermasalah hingga verifikasi dan validasi (verval) yang belum tuntas.

Salah satu operator SD di Kecamatan Batealit Titimatus mengatakan, ada banyak nomor HP siswa yang bermasalah. ”Banyak nomor HP yang aktif, namun keterangannya nomor tidak aktif,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Kasus lain, ada nomor yang sudah diisi di data pokok pendidikan (dapodik). Namun di vervalnya belum masuk. Selain itu, banyak juga yang vervalnya masih proses. ”Ada tandanya masing-masing. Misal untuk yang vervalnya masih proses, tandanya panah dua berwarna kuning,” ungkapnya.

Titimatus menyatakan, meski pencairan tahap I mulai hari ini, belum semua proses tuntas menjadi PR tersendiri bagi operator sekolah. ”Sebenarnya alurnya kan mengumpulkan nomor peserta didik, verifikasi, dan terakhir mencetak Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani kepala sekolah di atas materai 6.000. Saat ini saya belum bisa cetak SPTJM untuk semua siswa,” tuturnya.

Hal yang sama juga dirasakan operator sekolah di SMA Negeri 1 Mlonggo Khoirul. Dia menyatakan, verval sudah dilakukan. Namun kendalanya, masih ada nomor HP yang terdeteksi tidak aktif, padahal nomornya aktif.

Saat ini, pihaknya masih terus mencoba untuk menuntaskan kendala tersebut. ”Kalau sampai mendekati 25 September belum tuntas, nanti ganti nomor HP lain,” ujarnya.

Mengenai penyaluran bantuan subsidi kuota data internet sendiri, sebelumnya diinformasikan akan dilakukan selama empat bulan, mulai September hingga Desember.

Bantuan kuota internet untuk bulan pertama tahap I dijadwalkan pada 22-24 September. Sementara untuk tahap II dijadwalkan pada 28-30 September.

Pada bulan kedua, tahap I dijadwalkan pada 22-24 Oktober serta tahap II dijadwalkan pada 28-30 september. Terakhir pada bulan ketiga dan empat dikirim bersamaan, di mana tahap I pada 22-24 November dan tahap II pada 28-30 November.

Bantuan kuota data internet untuk bulan pertama dan kedua berlaku selama 30 hari. Terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor HP pendidik dan peserta didik. Pada bulan ketiga dan keempat, berlaku selama 75 hari terhitung sejak kuota data internet diterima. 

(ks/emy/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya