alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Diprotes Warga karena Cemari Lingkungan, Pabrik Tahu di Kudus Ditutup

17 September 2020, 11: 19: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

MENOLAK PABRIK TAHU: Ratusan warga Desa Pasuruhan Kidul, Kudus menggeruduk balai desa untuk menuntut penutupan pabrik tahu kemarin.

MENOLAK PABRIK TAHU: Ratusan warga Desa Pasuruhan Kidul, Kudus menggeruduk balai desa untuk menuntut penutupan pabrik tahu kemarin. (DONNY SETYAWAN/Radar Kudus)

Share this      

KUDUS - Puluhan warga protes di halaman kantor Balai Desa Pasuruhan Kidul kemarin. Warga menolak keberadaan pabrik tahu yang diduga mencemari lingkungan selama delapan tahun. Dua pabrik tahu pun ditutup.

Kemarin, ada 85 warga yang melakukan aksi unjuk rasa. Warga juga membentangkan spanduk protes. Spanduk itu berisi tulisan “Petani Gagal Panen Akibat Limbah', 'Tutup Pabrik Tahu”, “ Kami Butuh Air Bersih Untuk Hidup”.

Pemdes Desa Pasuruhan Kidul pun akhirnya rapat dengan warga dan dinas terkait. Hasil rapat memutuskan pabrik tahu milik Rahmad Agus Salim dan Zuchron ditutup.

Koordinator Aksi Mintarno mengatakan, masyarakat Desa Pasuruhan Kidul menuntut supaya pabrik tahu yang berlokasi di RT 3 RW 1 dan RT 6 RW 2 harus ditutup sekarang juga.

"Limbah telah mencemari sumur warga. Airnya sudah tidak layak untuk dikonsumsi," katanya.

Selain air yang tidak layak, kata dia, baunya juga menyengat. Sekaligus limbah pembuangan tahu mengalir ke sungai di bagian selatan. Kondisi ini dialami warga selama delapan tahun.

Pihaknya mendorong pemerintah untuk bertindak tegas. Pasalnya Satpol PP Kabupaten Kudus telah memberi surat peringatan I kepada dua pengusaha tahu di Desa Pasuruhan Kidul. Namun setelahnya tidak ada tindak lanjut kembali.

"Jika tidak ada keputusan kami akan mendemo kembali, 650 warga akan kami kerahkan," terangnya.

Sementara itu Sekcam Jati Djunaedi mengatakan, hasil rapat audiensi yang dilakukan bersama Dinas PKPLH, Satpol PP, dan Dinas Perizinan Kabuapaten Kudus diketahui pabrik tahu yang berdiri saat ini belum mengantongi izin secara lengkap. IPAL belum ada. Izin mendirikan bangunan juga belum lengkap.

"Keputusannya dua pabrik itu ditutup hari ini," terangnya.

Pihaknya mendorong, jika ingin mendirikan pabrik tahu harus melalui regulasi yang berlaku. Sekaligus mendapat persertujuan warga sekitar.

"Opsinya jika ingin beroperasi lagi, harus memenuhi izin yang berlaku. Kalau tidak bisa pabrik harus direlokasi," tambahnya.

Terpisah, salah satu pemilik pabrik tahu Rahmad Agus Salim mengatakan, pembuatan tahu akan dihentikan. Pihaknya juga berupaya mengatasi penyebaran limbah. Salah satunya dengan pemberian obat anti-bau dan menyedot limbah.

Selain itu, pihaknya akan melakukan uji tes kandungan dalam limbah. Sekaligus melengakapi syarat perizinan yang berlaku. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya