alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Lakukan Patroli Malam, Bupati Pati Tegur Warga yang Tak Pakai Masker

16 September 2020, 21: 15: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

OPERASI MALAM: Bupati Haryanto bersama tim melakukan sidak di tempat keramaian malam lalu.

OPERASI MALAM: Bupati Haryanto bersama tim melakukan sidak di tempat keramaian malam lalu. (PROKOMPIM FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Pasca penerapan jam malam, Bupati Haryanto beserta tim penertiban melakukan sidak ke berbagai tempat. Selain jam malam, patroli juga menyasar ketaatan protokol kesehatan di tempat-tempat umum

Bupati ditemani Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekda Pati dan jajaran tim penertiban baik dari polisi dan TNI.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memberikan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Pati nomor 66 tahun 2020 yang merupakan perubahan dari Perbup nomor 49 tahun 2020 tentang Pedoman Menuju Tatanan Normal Baru pada Masa Pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, dalam kebijakan terbaru yang diterbitkan, diberlakukan aturan pembatasan jam malam dan penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan.

Bupati Haryanto beserta rombongan menyasar sejumlah tempat mulai Gedung Juang, Taman Winong, Pasar Puri, Pasar Yaik, hingga Alun-Alun Juwana. Terpisah, ada pula tim yang bergerak di wilayah Kecamatan Margorejo.

 “Tujuan kegiatan ini adalah penertiban warga yang tidak pakai masker. Sekaligus menyosialisasikan Perbup 66 yang antara lain mengatur bahwa sanksi kerja sosial yang berlaku dalam Perbup 49 meningkat jadi sanksi administrasi atau denda,” jelas Haryanto ketika diwawancarai awak media di Alun-Alun Juwana.

Ia  menyebut, nantinya, masyarakat umum yang kedapatan tidak memakai masker akan didenda Rp 100 ribu. Adapun untuk kalangan PNS dendanya Rp 300 ribu.

“Harapannya agar jera. Sanksi ini dilakukan manakala dia sudah berkali-kali melanggar, tidak mematuhi protokol kesehatan,” jelas Haryanto.

Untuk sementara, lanjut dia, selama kurang lebih dua hari ke depan pihaknya akan melaksanakan tahap sosialisasi. Setelah itu, baru pelaksanaan sanksi dilakukan.

Selain sanksi denda/administrasi, dalam peraturan terbaru juga diterapkan jam malam. Masyarakat dilarang beraktivitas di luar rumah mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB.

Namun, aturan jam malam ini dikecualikan bagi tenaga medis, petugas keamanan, pekerja SPBU, apotek, fasilitas kesehatan, hotel, karyawan/karyawati yang membawa surat keterangan atau surat tugas dari tempat kerjanya, masyarakat yang hendak berobat atau mengakses fasilitas kesehatan, dan/atau aktivitas lain yang bersifat mendesak.

“Tadi saya lihat ada yang bawa masker tapi tidak dipakai. Ini kadang menyepelekan. Rata-rata kalangan muda. Saya harap mereka jangan sampai nongkrong berlarut-larut, maksimal cukup sampai pukul 22.00. Kalau dia masih bertahan, akan diantar pulang oleh Satpol PP. Orang tuanya juga akan diberi pemahaman,” papar Haryanto.

Ia menegaskan, aturan ini terpaksa ia jalankan demi menyelamatkan masyarakat dari penularan Covid-19.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya