alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Terkait Pembukaan Wisata Karimunjawa, Ganjar Usulkan Simulasi Tahap 2

16 September 2020, 20: 57: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

DIMATANGKAN: Rencana reaktivasi obyek wisata Karimunjawa terus dibahas, dalam waktu dekat akan ada simulais tahap dua.

DIMATANGKAN: Rencana reaktivasi obyek wisata Karimunjawa terus dibahas, dalam waktu dekat akan ada simulais tahap dua. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Rencana dibukanya wisata Karimunjawa semakin matang. Usulan rekomendasi reaktivasi objek wisata Karimunjawa sudah mendapat tanggapan dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Saat ini, Pemkab Jepara sedang menyiapkan simulasi tahap dua yang direncanakan berlangsung Jumat (18/9) mendatang.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza melalui Kabid Destinasi Pariwisata, Nur Zuhruf mengatakan, siang kemarin pihaknya menggelar rapat khusus terkait persiapan simulasi tahap dua.

Nur Zuhruf menyampaikan, tanggapan dari Gubernur Jawa Tengah terkait usulan reaktivasi objek wisata Karimunjawa sudah turun awal September lalu. ”Gubernur mensyaratkan ada simulasi tahap dua,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sebelumnya, sudah dilakukan pula sosialisasi SOP wisata alam pada pertengahan Agustus lalu. Saat ini sudah dilakukan beberapa koreksi untuk menyempurnakan SOP tersebut dan siap disimulasikan.

Untuk simulasi tahap dua sendiri, Nur Zuhruf menyatakan, dilaksanakan Jumat pagi di Dermaga Kartini Jepara. ”Simulasi pengguna jasa kapal yang akan menuju Karimunjawa,” ungkapnya.

Mulai dari penataan parkir di kawasan pelabuhan, penukaran invoice tiket, kondisi di ruang tunggu sampai masuk ke kapal. ”Semua harus menerapkan SOP, minimal 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak,” tuturnya.

Terkait dengan penerapan SOP sendiri, Nur Zuhruf menyampaikan, penyedia jasa kapal semua sudah siap. Mereka akan melakukan pengurangan kapasitas penumpang hingga melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Dia mencontohkan, untuk KMC Express Bahari yang biasanya mampu memuat 250 penumpang saat ini dibatasi maksimal 146 penumpang. ”Dalam rapat kali ini (kemarin) juga kami undang berbagai pihak, termasuk penyedia jasa kapal. Selain itu juga hadir DKK, BPBD, Dishub, BTN Karimunjawa, Syahbandar, bagian perekonomian Setda, hingga paguyuban pelaku wisata Karimunjawa,” terangnya.

Setelah simulasi tahap dua dilakukan, Nur Zuhruf mengatakan, akan kembali dinilai apakah sudah layak atau belum. ”Nanti akan ada persetujuan Bupati Jepara lagi, yang ditembuskan ke Gubernur Jawa Tengah. Jadi setelah simulasi ini masih ada tahapan lagi,” imbuhnya. 

(ks/emy/him/top/JPR)

 TOP