alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Dua Tersangka Galian C Maut di Desa Klumpit Akhirnya Resmi Ditahan

16 September 2020, 16: 44: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

GALIAN C MAUT: Akhirnya dua orang tersangka kasus galian C maut di Desa Klumpit resmi ditahan oleh kejaksaan negeri (Kejari) Kudus.

GALIAN C MAUT: Akhirnya dua orang tersangka kasus galian C maut di Desa Klumpit resmi ditahan oleh kejaksaan negeri (Kejari) Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Dua tersangka kasus galian C maut di Desa Klumpit, Gebog resmi ditahan. Penetapan ini dilakukan setelah melalui serangkaian pemeriksaan.

Kasi Intel Kejari Kudus Sarwanto mengatakan, penahanan dua tersangka dilakukan berdasarkan surat perintah penahanan dengan nomor 1055-1056/M.3.18EUH/092020 8 September 2020. Saat ini tersangka bernama Suharto, 41 dan Ali Muhtarom, 47, selaku pengelola tambang dititipkan di tahanan Polres Kudus.

”Kasus ini kami terima dan sudah dinyatakan lengkap atau P21 pada 3 Agustus 2020. Penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan Selasa (8/9) lalu,” katanya.

Kedua tersangka tersebut dijerat dengan pasal 158 UU RI No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KHUP atau ke 2 Pasal 359 KHUP juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar.

”Saat ini sudah proses limpah ke pengadilan. Tinggal nunggu proses persidangan,” tambahnya.

Penetapan tersangka kasus galian C yang menewaskan empat orang di Desa Klumpit, Gebog pada Maret lalu.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David mengatakan, proses penyidikan di Polres Kudus sudah selesai. Dia pun mengakui telah menyerahkan berkas kasus ini ke Kejari Kudus. ”Kasus ini sudah tahap dua di kejaksaan. Barang bukti dan tersangka sudah kami serahkan seminggu yang lalu,” katanya.

Sesuai dengan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, khususnya di pasal 69 ayat 3, lokasi tersebut tidak masuk dalam kawasan pertambangan yang diizinkan. Sehingga mereka dianggap melakukan pelanggaran hukum.

Diketahui, pada Rabu (22/1) lalu empat bocah tewas saat sedang bermain di lokasi galian C. Mereka masing-masing David Raditya, M Faruq Ilham, M Jihar Gifri dan Habib Roihan. Keempat bocah yang merupakan warga Desa Klumpit ini berusia 13 tahun. 

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya