alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Lima Belas Desa di Kudus Ditetapkan Jadi Desa Wisata, Mana Saja?

16 September 2020, 16: 19: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

WISATA PERAHU: Bendungan Logung menjadi salah satu wisata baru di Kudus. Di Logung menyuguhi wahana perahu wisata.   

WISATA PERAHU: Bendungan Logung menjadi salah satu wisata baru di Kudus. Di Logung menyuguhi wahana perahu wisata.    (DONNY SETYAWAN/Radar Kudus)

Share this      

KUDUS - Plt Bupati Kudus Hartopo menetapkan 15 desa menjadi desa wisata. Penetapan ini ditandai dengan surat keputusan (SK).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bergas Catursasi Penanggungan melalui Kasi Destinasi M. Aflah mengatakan, pembentukan desa wisata menindaklanjuti Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 2019 tentang pemberdayaan Desa Wisata di Jateng.

Aflah menyebutkan, 15 desa tersebut, di antaranya Desa Dukuhwaringin, Terban, Kandangmas, Kaliputu, Loram Kulon, Tanjungrejo, Jepang, Margorejo, Temulus, Padurenan, Ternadi, Rahtawu, Wates, Wonosoco, dan Jurang.

”SK sudah dikeluarkan dari Plt bupati, nanti akan diajukan ke provinsi,” katanya.

Setelah menjadi desa wisata, sesuai dengan Perda tersebut Pemprov bakal mengucurkan dana untuk pengembangan desa wisata. Saat ini, kata Afalah, hanya satu desa di Kudus yang mendapatkan Bangub tersebut. Yakni Desa Loram Kulon.

Ada beberapa penilaian yang dilakukan untuk memutuskan desa tersebut mendapatakan SK bupati. Aflah mengatakan, indikator penilaian itu yakni, desa mempunyai sarana prasarana yang menunjang bagi wisatawan. Memiliki home stay atau tempat menginap untuk para pengunjung.

”Indikator lainnya, berupa kajian tempat wisata harus jelas. Desa yang mengajukan harus punya potensi wisata,” tambahnya.

Dalam pengajuan, tidak menutup kemungkinan desa yang lain bisa mengajukan. Sementara desa wisata yang telah mendapatakan SK ini, diharapkan bisa mempertahankan predikat tersebut.

Terpisah, Peneliti Senior Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah Mursyid Zuhri mengatakan, pihaknya mendorong desa dan masyarakat di Kabupaten Kudus untuk mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya. Dengan begitu ekonomi kerakyatan bisa berjalan.

Pemprov Jateng, kata Mursyid akan memberikan fasilitas dan dukungan kepada setiap desa.

Menurutnya dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat tidak hanya dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur saja. Namun juga bisa dikucurkan ke program pemberdayaan masyarakat dan desa. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya