alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Tiga Kepala Sekolah di Rembang Adu Gagasan Inovasi Pendidikan

15 September 2020, 14: 15: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

SERU: Tiga Kepala Sekolah SMA Negeri di Kabupaten Rembang adu ide, gagasan dan inovasi yang disiarkan via podcast di studio multimedia SMAN Pamotan.

SERU: Tiga Kepala Sekolah SMA Negeri di Kabupaten Rembang adu ide, gagasan dan inovasi yang disiarkan via podcast di studio multimedia SMAN Pamotan. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Tiga kepala sekolah SMA di Kabupaten Rembang berbagi ide, gagasan dan inovasi untuk pembelajaran di masa pandemi serta persiapan new normal. Kegiatan ini dikemas melalui live podcast di studio multimedia SMAN Pamotan.

Ide ini dicetuskan Kepala SMAN Pamotan Fatkhur Rozi, Alek Suhartono (Kepala SMA N 1 Sale) dan Hedi Wibowo (Kepala SMA N 1 Sumber). Kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi para guru dalam rangka pembelajaran berbasis teknologi digital.

”Kami ajak kepala sekolah SMAN 1 Sale dan SMAN 1 Sumber membuat video podcast di studio multimedia sekolah kami,” kata Fatkhur Rozi Kepala Sekolah SMAN 1 Pamotan.

Dalam podcast tersebut ketiga kepsek berbagi strategi pembelajaran dalam menghadapi pandemi. Termasuk inovasi pembelajaran yang dilakukan masing-masing kepsek. Misalnya di SMA Pamotan pembelajaran lewat video.

Gagasan lainnya tentang kreativitas guru dalam menyajikan materi PJJ (pembelajaran jarak jauh). Termasuk penggunaan teknologi yang menarik dan menyenangkan. Di samping  aplikasi yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran daring.

”Kreatif yang dimaksud di sini adalah guru menyusun materi seolah-olah mengajar langsung, bukan hanya menyalin dari teks book ataupun web," ungkapnya.

 Materi yang tersampaikan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, serta pemberian tugas yang tidak boleh terlalu banyak, karena akan membebankan siswa. Serta memberi saran-saran aplikasi yang dapat digunakan untuk model pembelajaran daring. ”Misalnya kahoot, queezes, google asisten dan lain-lain,” jelasnya.

Alek Suhartono Kepala sekolah SMAN 1 Sale menambahkan gagasannya tentang inovasi yang tidak membebankan siswa dalam belajar. Misalnya dengan metode ceramah virtual yang dapat disampaikan di grup chat WA, Classroom, maupun zoom.

”Kedua kami menggunakan metode kooperatif. Pembelajaran yang tidak terpusat pada siswa, sehingga siswa bisa aktif dan kreatif. Dan yang ketiga menggunakan karya atau produk yang menghubungkan aktivitas pembelajaran sekolah di rumah,” imbuhnya.

Hedi Wibowo, Kepala Sekolah SMAN 1 Sumber. Pihaknya menyampaikan strategi serta inovasi yang sudah berjalan di sekolahnya. Meninjau target pembelajaran, menggunakan metode yang sudah disiapkan pemerintah.

”Kami juga memetakan situasi dan kondisi dari guru maupun peserta didik. Apakah sudah siap atau belum seperti blanded learning yang merupakan proses daring disertai tatap muka menggunakan video converence. Mengaji Gap. Dan eksekusi langkah2 yang telah dipersiapkan sebelumnya,” imbuhnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP