alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Alasan Tak Miliki HP, Puluhan Siswa SMP di Kudus Tak Ikut PTS

15 September 2020, 10: 49: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

KERJAKAN PTS DI SEKOLAH: Salah satu pelajar di SMP 5 Kudus serius mengerjakan soal PTS di laboraturium komputer sekolah.

KERJAKAN PTS DI SEKOLAH: Salah satu pelajar di SMP 5 Kudus serius mengerjakan soal PTS di laboraturium komputer sekolah. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Ujian penilaian tengah semester (PTS) tingkat SMP digelar kemarin. Ada yang mengerjakan di rumah. Ada pula yang di sekolah. Ada pula yang tidak ikut ujian. Alasannya tak memiliki hp.

Kepala SMP 5 Kudus Abdul Rochim mendeteksi ada 11 anak yang tidak mengikuti ujian. Alasannya macam-macam. Ada yang tidak memiliki hp. Ada yang gantian hp dengan kakaknya.

Rochim mengaku sudah memfasilitasi komputer untuk siswa yang tidak memiliki ponsel. Bahkan pihaknya juga sudah mendata siswa. ”Awal pendataan 50 siswa. Nah jelang hari H menjadi 17 siswa. Pas hari H yang datang cuma 8 orang,” katanya.

Untuk siswa yang tak ikut, disarankan mengikuti PTS hari ini. ”Hari ini kami mendonasikan dua ponsel untuk dua siswa. Dua anak dari keluarga tak mampu ini memiliki semangat belajar. Sering ke sekolah dan aktif,” paparnya. 

Rochim yang juga merangkap Plt Kepala SMP 4 Kudus menjelaskan, siswa yang mengikuti ujian PTS di sekolah juga berkurang. Hanya 10 siswa. Padahal yang mendaftar 28 siswa.

Sedangkan yang tidak mengikuti PTS secara keseluruhan mencapai 40 siswa. Alasannya sudah mengerjakan tetapi tidak muncul. Ada pula yang harus bergantian dengan saudara.

Hiliana Sari kelas VIII-B yang ujian di sekolah mengaku, memilih ujian menggunakan fasilitas sekolah, supaya mudah. Hilian mengaku memiliki ponsel sendiri dan baru saja dapat kuota gratis, tapi tidak mau mengambil resiko kalau terjadi eror.

”Saya khawatir kalau tiba-tiba di tengah mengerjakan ada gangguan jaringan. Untuk itu saya memilih ujian di sekolah. Dengan begitu, ujian saya murni. Tidak dibantu siapa pun, termasuk buka buku,” terangnya.

Berbeda cerita dengan salah satu siswa SMP 2 Kudus kelas VIII-D Issabel Caroline Aryadi mengerjakan ujian PTS di sekolah karena tidak memiliki ponsel sendiri. Biasanya bergantian dengan kakak dan adiknya selama daring.

”Ini kan tesnya bareng. Kakak saya kelas IX, sedangkan adik kelas I SD. Jadi, saya mengalah dan memilih mengerjakan di sekolah saja,” terang siswa satu-satunya yang mengerjakan di SMP 2 Kudus.

Dalam pengerjaan PTS ada beberapa kendala. Salah satunya siswa tidak bisa membuka soal gambar. Namun itu tak berlangsung lama. Setelah mengulang, siswa sudah bisa membuka soal bergambar. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP