alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Wellman FC, Klub Tarkam Tersiar sampai Afrika

Dulu Sering Bagi Sembako, Kini Kuota Internet

15 September 2020, 09: 31: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

”LELAKI BAIK”: Sejumlah pemain tim Wellman FC foto bersama sebelum tarkam.

”LELAKI BAIK”: Sejumlah pemain tim Wellman FC foto bersama sebelum tarkam. (WELLMAN FC FOR RADAR KUDUS)

Share this      

Wellman FC. hanya klub sepakbola antarkampung (tarkam) yang membawa misi berbagi dalam setiap pertandingannya. Meski begitu, saat ini ada puluhan orang dari Afrika yang berminat mendaftar.

VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI, Radar Kudus

YES, I really want to play and do wonders,” kata salah satu orang dari Afrika itu menghubungi Mifta, penasihat klub sepak bola Wellman FC lewat direct message (DM) di Facebook. Kalimat itu menandakan kesungguhannya ingin bergabung di klub antarkampung (tarkam) asal Kecamatan Lasem, Rembang, itu.

Mifta mengaku, sejak 5 September lalu, akun Facebook Wellman yang ia pegang itu, ramai dihujani komentar maupun pesan DM orang dari luar negeri yang ingin bergabung. Sehari rata-rata ada dua sampai lima pesan yang masuk. Begitu pun intensitas jumlah follower. Sehari pertambahannya mencapai 60 hingga 100 follower. ”Ini masih ada 111 yang belum dikonfirm,” ujarnya sambil menggeser layar ponselnya yang membuka akun Facebook Wellman FC.

Awalnya, ia mengira itu cuma akun-akun bodong. Tetapi setelah berkomunikasi dengan mereka, ia meyakini bahwa itu akun riil. Bahkan, ada yang hampir sampai mengirimkan curiculum vitae (CV). Rata-rata dari Afrika. Seperti Mesir dan Togo. Ia juga tak mengetahui kenapa tim yang berdiri 28 Agustus tahun lalu itu, bisa tersiar hingga ke Benua Hitam itu.

”Orang-orang itu memang ingin bekerja untuk sepak bola,” ujarnya.

Tetapi, karena klub ini berorientasi pada gerakan sosial, Mifta pun menjelaskan kepada mereka.

”Ayo wis wayahe,” serunya kepada wartawan Koran ini beranjak dari duduknya tempat dia bekerja. Ia pun bergegas pulang ke rumahnya di Kecamatan Lasem. Dari pusat Kota Rembang butuh waktu sekitar 20 menit agar sampai kediamannya. Sampai rumahnya pas pukul 17.00. Waktu yang biasa dimanfaatkan tim Wellman FC berlatih di lapangan Desa Soditan, Lasem.

Mifta sudah siap action. Kini, ia sudah mengenakan setelan pakaian bola sambil menenteng sepatu. Ternyata di lapangan Desa Soditan permainan sudah dimulai. Ada sekitar 20 orang yang sudah asyik saling serang membobol gawang. Teriakan-teriakan dan bunyi hentakan bola yang beradu dengan kaki-kaki mereka turut meramaikan suasana. Kadang juga terceletuk tawa. Ketika ada salah satu pemain gagal menyundul bola.

”Biasanya kalau latihan ya segini,” katanya.

Wellman FC memang berlatih tiap sore. Usia pemainnya beragam. Rata-rata 30 tahunan. Ada juga yang usia SMA. Ternyata, selain berlaga di lapangan, Wellman FC juga mengusung misi sosial. Setiap bertanding bisa dipastikan ada kegiatan bakti sosial.

Ketua Wellman FC David Fiantono mengatakan, bakti sosial itu biasanya berupa pemberian sembako. Tetapi saat pandemi ini, baksos itu berupa pemberian kuota untuk para siswa.

Ada 400 lebih kartu perdana yang dibagi di Desa Soditan, Ngemplak, Jolotundo, Gedong Mulyo, hingga di Kecamatan Sluke dan Pamotan. ”Setiap anak mendapat lima sampai tujuh kartu internet. Menurut perhitungan kami cukup untuk pembelajaran daring satu bulan,” katanya.

Penyaluran itu, bisa saat latihan atau tanding bersama klub lain. Karena gerakan ini, juga pernah menginspirasi klub lain untuk ikut berbagi. Biasanya, Wellman FC memang menyasar warga desa dari lawan bertanding mereka.

Program ini memang sudah menjadi tujuan dibentuknya tim Wellman FC. Ia tak ingin tim ini sekadar bermain sepak bola. Yang hanya tanding bal-balan lalu wis bar. Seperti layaknya permainan anak-anak. Dengan dibentuknya klub, ia bersama kawan-kawan lainnya menginginkan ada tujuan tertentu yang nggak bikin bosen.

”Dari ngobrol-ngobrol, akhirnya digelorakan gerakan sepak bola untuk persaudaraan. Akhirnya ditiru oleh tim-tim lain,”ujarnya.

Mifta menambahkan, dari kegiatan yang positif ini, ternyata juga mendapat dampak yang baik berupa dukungan keluarga. Maklum, kebanyakan anggota sudah beristri. Jadi, tak jarang ada celetukan-celetukan dari istri yang menggerutu, karena sang suami bermain bola. ”Biasanya istri kan ngomel: Bal-balan wae,” cetusnya.

Ya, klub ini memang mengusung tentang persaudaraan dan kemanusiaan. Sebagaimana dengan namanya, Wellman. Yang terdiri dari kata ”well” yang merupakan sapaan akrab mereka di tongkrongan. Kemudian ”man” karena pada awal-awal dulu berlatih di lapangan futsal madrasah aliyah negeri (MAN).

”Kalau di-Inggris-kan, well man artinya laki-laki yang baik. Haha,” ujarnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP