alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara
Di Balik Tenggelamnya Desa Bulak, Jepara (2)

Andalkan Benteng Tambak dan Sabuk Pantai

15 September 2020, 08: 05: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

BERMAIN: Seorang anak asyik bermain di tepi pantai Desa Bulak Baru belum lama ini.

BERMAIN: Seorang anak asyik bermain di tepi pantai Desa Bulak Baru belum lama ini. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Berbagai usaha dilakukan agar abrasi tak merangsek ke daratan Desa Bulak Baru, Kedung, Jepara . Mulai bangun sabuk pantai dan tanaman mangrove. Ganasnya gelombang laut merusak itu hanya setahun. Warga hanya andalkan tambak dan sabuk pantai sebagai benteng air laut.

Ranting kayu menumpuk di tepi Pantai Bulak Baru, Kedung. Tertahan di sepanjang sabuk pantai pemecah gelombang. Tumpukan ranting bercampur sampah plastik itu terbawa sapuan ombak dari tengah laut.

Di ujung pemecah gelombang ratusan mangrov menghijau dari balik sela-sela rekahan lumpur. Tingginya antara 30-40 senti meter. Ombak sore itu tenang. Tak sampai menyapu deretan mangrove. Lokasi itu jadi langganan penanaman mangrove.

PENGHIJAUAN: Hampir setiap tahun beberapa instansi tanam mangrove. Ketika ombak besar, tanaman itu hilang disapu ombak.

PENGHIJAUAN: Hampir setiap tahun beberapa instansi tanam mangrove. Ketika ombak besar, tanaman itu hilang disapu ombak. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Tapi setiap musim baratan, sapuan ombak merobohkan deretan mangrove yang sudah ditanam. ”Selalu ada kegiatan tanam mangrove dari berbagai kalangan. Tapi ya setelah ditanam kalau ada ombak besar langsung hilang,” kata Kepala Desa/Petinggi Desa Bulak Baru Purwoko.

Ia menilai sabuk hijau dari tanaman mangrove akan lebih efektif jika sudah ada sabuk pantai. Namun saat ini dari 1,5 kilometer garis pantai, baru 170 meter yang sudah memiliki sabuk pantai. Menurutnya mangrove lebih aman ditanam sebelum sabuk pantai. Namun sabuk pantai saat ini langsung berbatasan dengan jalan beton menuju pantai. Ia berharap jika ada pembangunan sabuk pantai bisa disesuaikan dengan penunjang sabuk hijau. "Mangrove dulu baru  sabuk pantai dan pemecah gelombang," katanya.

Sabuk pantai saat ini berjarak 50 meter dari garis pantai. Dibangun 2014 silam. Dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Tengah dan Dinas Kelautan dan perikanan Jepara. Pembangunan itu untuk melindungi wilayah darat dari gerusan abrasi. Padahal pada 2009 lalu, beton pemecah gelombang telah dibangun. Berjarak 200 meter dari sabuk pantai. Namun tak mampu membendung ganasnya air laut yang terus merangsek ke daratan.

”Beton itu 2014 sudah tertutup air laut. Dibangunlah pemecah gelombang lagi. Tapi sampai sekarang belum ada lagi lanjutannya. Sering kami masukkan proposal tapi mental,” ujarnya.

Puluhan tambak warga kini jadi benteng kedua setelah sabuk pantai. Petak-petak tambak itu sepanjang satu kilometer dari ujung barat sampai timur. Baru ada pemukiman 254 kepala keluarga di empat RT Desa Bulak Baru. ”Kami tak ingin ada lagi Bulak Baru yang baru,” tuturnya.

(ks/zen/war/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya