alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Desa Terdampak Kekeringan di Jepara hanya Bertambah Dua

14 September 2020, 16: 07: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTRE: Warga mengambil air bersih kiriman BPBD Jepara di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji.

ANTRE: Warga mengambil air bersih kiriman BPBD Jepara di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji. (BPBD JEPARA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Krisis air bersih mulai meluas di Kota Ukir. Setelah Desa Plajan dan Blimbingrejo, giliran Desa Clering yang mengajukan permohonan bantuan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Jepara Kusmiyanto mengatakan, Desa Blimbingrejo di Nalumsari dan Desa Clering di Kecamatan Donorojo masih proses assessment. Rencananya hari ini pendistribusian air bersih. ”Penyaluran itu menyesuaikan dengan hasil assessment,” katanya. Pekan lalu, dropping pertama kali di Desa Plajarn, Kecamatan Pakis Aji. Desa Plajan sudah dikirim 5.000 liter air bersih. Terdapat tiga wilayah di desa itu yang terdampak kekeringan. Yakni di RT 25/RW 04 sebanyak 40 KK dan 101 jiwa, RT 26/RW 04 sebanyak 50 KK dan 120 jiwa, serta RT 27/RW 04 sebanyak 55 KK dan 132 jiwa.

Ia berharap tahun ini dampak kekeringan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga anggaran dari daerah cukup. Tahun ini September baru mulai dropping. Sedangkan tahun lalu Juli sudah mulai distribusi air bersih.

”Kami optimis kekeringan tahun ini tidak seperti 2019. Dengan anggaran yang ada bisa cukup sampai akhir tahun nanti,” tuturnya.

Terkait anggaran, tahun lalu sekitar Rp 22 juta. Sementara tahun ini Rp 19,2 juta. Atau turun empat persen. Jika diasumsikan dengan kebutuhan dropping air tahun lalu, anggarannya mencapai Rp 260 juta. Kekurangan diambilkan dari APBD perubahan dan CSR.

(ks/war/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya