alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Musala Jadi Alternatif Tempat Belajar Selama Pandemi Covid-19

14 September 2020, 15: 06: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

GAYENG: Anggota DPR RI Fathan Subchi (kiri) mengikuti diskusi soal pendidikan di masa new normal.

GAYENG: Anggota DPR RI Fathan Subchi (kiri) mengikuti diskusi soal pendidikan di masa new normal. (FASIH FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Musala bisa menjadi alternatif tempat belajar selama pandemi Covid-19. Solusi itu muncul saat diskusi tentang adaptasi kenormalan baru bersama Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi.

Salah seorang peserta diskusi terbatas, Adib Khoiruzzaman menawarkan solusi pendidikan di masa pandemi dan saat pelaksanaan new normal. Di samping mengaji, musala bisa jadi sanggar belajar dengan pendampingan dari mahasiswa atau guru di sekitar musala.

”Pemerintah perlu mengadopsi program pendidikan dan pembelajaran yang dilakukan kiai-kiai kampung. Yaitu pemberdayaan musala,” kata Adib, wakil ketua PCNU Jepara.

Hal senada juga disampaikan Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad. Ketika pemerintah mempunyai kebijakan menutup sekolah dan pembelajaran jarak jauh, di kampung masih bisa belajar tatap muka secara terbatas di rumah kiai atau musala.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi menyoroti besarnya anggaran pendidikan 20 persen yang tidak merembes ke pendidikan pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Pemerintah telah menganggarkan bidang pendidikan sangat besar. Maka pelaksanaan anggaran pendidikan ini harus diawasi bersama.

”Kader muda NU harus bisa menganalisis anggaran. IPNU-IPPNU juga harus belajar mengenai kebijakan publik bidang pendidikan. Ke depan saya minta Fasih Foundation memfasilitasi pelatihan analisa kebijakan publik dan anggaran pembangunan,” kata ujar Fathan saat diskusi di Joglo Kopi Deplok, Mindahan, Batealit Jepara, pada Sabtu (12/9).

(ks/war/lid/top/JPR)

 TOP