alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Wisudawan Terbaik UMM Dobrak Mitos Mahasiswa Organisatoris Telat Lulus

14 September 2020, 09: 21: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

TELADAN: Nur Adlina Hibatul Azizi Wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2020

TELADAN: Nur Adlina Hibatul Azizi Wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2020 (UMM FOR RADAR KUDUS)

Share this      

MALANG - Nur Adlina Hibatul Azizi yang akrab dipanggil Zizi menjadi salah satu mahasiswa yang proses kuliahnya tak terganggu karena kesibukan organisasi. Zizi membuktikan bahwa organisatoris bisa lulus tepat waktu. Bahkan memberikan teladan bagi mahasiswa lain dengan menjadi wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Zizi yang diwisuda pada Senin (14/9) ini lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,98.

Zizi diketahui mengikuti berbagai organisasi. Di antaranya anggota ikatan pelajar SEIT, Head of Rnd Economics English Club FEB UMM, kelompok mahasiswa ekonomi Indonesia, anggota lapak kewirausahaan FEB UMM, BEM FEB UMM, hingga komunitas teater daerah. Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini, menyisihkan 1077 orang wisudawan/wisudawati yang diwisuda pada periode II ini. ”Jangan takut jatuh dan terantuk karena dengan terbentur kau akan terbentuk.” Demikian jargon prestasinya.

Dara kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur itu tak hanya aktif di berbagai organisasi. Di bidang akademik, Zizi ditunjuk sebagai asisten laboratorium dan asisten dosen untuk mata kuliah Perbankan Syariah. Moncernya Zizi di bidang akademik dia aplikasikan juga di berbagai lomba di disiplin ilmu yang digelutinya. Misalnya, putri dari pasangan M. Shodi dan Siti Asiyah ini pernah memenangi perencanaan bisnis, juara konten kreatif, juara kompetisi debat, hingga menjadi ambassador Asia School English and IT.

Diceritakan perempuan yang suka traveling ini, organisasi menempanya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Meskipun dihiasi dengan suka dan duka. Dalam sebuah sesi wawancara Zizi menceritakan betapa menantangnya menjadi mahasiswa organisatoris. Misalnya saat dia aktif sebagai Ketua Departemen Advokasi BEM, yang harus menampung keluh kesah ribuan mahasiswa Fakultasnya, dengan harapan dapat diteruskan ke pihak dekanat. Meski begitu, Zizi tetap menikmati apa yang dijalaninya.

”Belum lagi banyak mahasiswa yang hobi protes soal nilai tugas. Duh, bikin pusing. Lagi asyik-asyiknya ngerjain skripsi, WhatsApp berdering. Eh, pas dibuka isinya protesan mahasiswa,” curhatnya. “Banyak orang bilang organisasi bisa mengganggu perkuliahan dan bisa membuat nilai tidak sempurna. Tugas saya adalah mendobrak mitos itu,” tandasnya. Proses tak pernah mengkhianati hasil. Seminggu pasca-yudisium fakultasnya, Zizi sudah mendapat banyak tawaran bekerja dari banyak pihak.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, UMM telah mempersiapkan segala kebutuhannya. Termasuk mempersiapkan protokol kesehatan khusus. Di antaranya kendaraan pengantar wisudawan/wisudawati hanya 50 persen dari kapasitas maksimalnya, penumpang kendaraan tidak melebihi batas maksimal suhu tubuh 37,8 derajat, mengenakan masker selama kegiatan di kampus atau prosesi wisuda, membawa makanan dan minuman sendiri, serta mencuci tangan/pakai hand sanitizer.

Selain itu, penyelenggaraan wisuda akan dilakukan secara marathon. Untuk wisuda periode II, prosesi wisuda akan diadakan secara bergelombang mulai 14 hingga 16 September. Sementara, untuk wisuda periode III diselenggarakan pada 19 hingga 22 Oktober. Dua periode wisuda ini untuk mengukuhkan calon wisudawan/wisudawati Program Pendidikan Doktor (S3), Program Pendidikan Magister (S2), Program Pendidikan Sarjana (S1), Program Pendidikan Diploma Tiga (D-3) dan Profesi. 

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya