alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Produksi Replika Vespa dan Harley dari Kayu

Pembuatan Cukup Lihat Gambar Tanpa Mengamati Aslinya

14 September 2020, 08: 53: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

KREATIF: Kakak beradik Eko Wiyoto (kanan) dan Fahrul Alif menunjukkan replika vespa dengan skala 1:1 karyanya.

KREATIF: Kakak beradik Eko Wiyoto (kanan) dan Fahrul Alif menunjukkan replika vespa dengan skala 1:1 karyanya. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

Kakak-beradik asal Desa Senenan, Tahunan, Jepara, Eko Wiyoto dan Fahrul Alif membuat replika Vespa dan Harley Davidson. Karyanya ini, diminati customer dari Eropa.

M. KHOIRUL ANWAR, Radar Kudus

TIGA Vespa dan satu Harley Davidson terparkir di depan rumah Eko Wiyoto di Desa Senenan, Tahunan, Jepara. Bukan Vespa dan Harley biasa. Tapi yang dibuat dari dari kayu. Berupa replika sesuai ukuran aslinya, skala 1:1. Replika itu dibuat kakak-beradik Eko Wiyoto dan Fahrul Alif.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus, Eko sedang membolak-balik tumpukan kayu di halaman rumahnya. Memang, tumpukan kayu sebagai bahan baku pembuatan replika motor itu, memenuhi separo halaman rumahnya. Nyaris sampai ke bahu jalan.

Dia kemudian memilih kayu jati dengan tebal 3 sentimeter dan panjang 2 meter. Kayu itu, diambil dari sela-sela tumpukan kayu lain.

Kayu itu kemudian dipotong menggunakan gergaji piringan. Dibelah jadi empat bagian. Kemudian diambil Alif, sang adik. Ia menuangkan racikan lem di papan bekas potongan yang tak terpakai. Diaduk. Empat potong kayu yang diambil itu, disambung dengan adukan lem tadi.

Mereka sedang membuat kerangka dan body replika Vespa. Ini dilakukan sambil menunggu pembeli, mereka berproduksi untuk stok. Sebab, selama pandemi Covid-19 dalam sebulan hanya ada satu unit pesanan. Biasanya 3-4 unit dalam sebulan.

”Yang penting produksi. Memang kondisinya begini (pandemi Covid-19, Red). Wajar karena pasarnya ekspor. Jarang pesanan dari dalam negeri,” katanya.

Pasar replika Harley dan Vespa terbanyak datang dari Belanda. Bahkan ia pernah dapat pesanan satu kontainer atau setara 25 unit vespa dari Belanda. Selain dari Negeri Kincir Angin itu, pesanan juga datang dari Turki, Belgia, India, dan Tiongkok.

Ditanya ide pembuatan replika Vespa dan Harley, Eko mengaku, mulanya ia hanya membuat replika kapal Pinisi ukuran satu meter pada 2010 lalu. Kemudian buyer minta dibuatkan replika Harley. Kali pertama ia membuat replika Harley, butuh waktu enam bulan. Karena hanya bermodal gambar. Tidak ada sampel barangnya.

”Yang lama itu mengukur detail bagian motor. Mesin, kabel, roda, dan lainnya. Dipadukan kayu dan rotan untuk replika kabel,” katanya.

Lambat laun, proses pembuatan satu unit hanya membutuhkan waktu tiga bulan. Sampai sekarang ia bisa membuat satu unit dalam waktu satu bulan. ”Kalau membuatnya satuan, ya satu barang satu bulan. Tapi kalau ada pesanan misalkan tiga unit. Ya bisa dibuat tiga unit dalam satu bulan. Lembur,” tuturnya.

Sementara itu Fahrul Alif, adiknya mulai membantu membuat pesanan replika sejak 2012 lalu. Selain Vespa dan Harley, keduanya pernah membuat replika mobil, kereta kencana, dan sepeda.

Pemesan cukup menyodorkan gambar yang diinginkan. Eko mematok harga satu unit Vespa kisaran Rp 8-10 juta. Sedangkan Harley Rp 10-15 juta. Beda lagi kalau jenis mobil, bisa di atas Rp 15 juta. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya