alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik
Perang Jargon Pilkada di Rembang

Hafidz-Hanies Usung “Gemilang” yang Tak Ribet

13 September 2020, 16: 44: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

RAKSASA: Baliho raksasa Paslon Hafidz-Hanies terpasang di Jalan Raya Rembang-Blora. Paslon ini mengusung jargon “gemilang” pada pilkada Desember mendatang.

RAKSASA: Baliho raksasa Paslon Hafidz-Hanies terpasang di Jalan Raya Rembang-Blora. Paslon ini mengusung jargon “gemilang” pada pilkada Desember mendatang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Kubu duet Abdu Hafidz dan Muhammad Hanies Cholil Barro’ (Hafidz-Hanies) mengusung jargon jargon Gemati, Gampil, Gamblang atau “Gemilang”. Jargon ini diusung, sejalan dengan visi-misi yang masih dirahasiakan, juga atas dasar pengalaman pasangan calon selama mengabdi untuk masyarakat selam ini.

Gemilang. Inilah yang menurut Abdul Hafidz menjadi topik menarik untuk masyarakat. Karena ada unsur Gemati. Artinya, apabila ia diberikan amanah tentu akan selalu berdekatan dengan masyarakat. ”Apa yang dikeluhkan apa yang diinginkan ini yang kami artikan dengan gemati,” ujarnya.

Sementara untuk gampil, kata Hafidz artinya tidak ribet. Menurutnya hal ini sudah teruji. Pihaknya bersama Gus Hanies akan mengikuti dan melindungi apa yang diinginkan masyarakat. ”Tidak ada diskriminatif. Tidak mengesampingkan yang lain. Akan melindungi dan mengayomi semua pihak,” katanya.

Abdul Hafidz dan Muhammad Hanies Cholil Barro'

Abdul Hafidz dan Muhammad Hanies Cholil Barro' (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Terkait rincian visi-misi dari selogan Gemilang ini, Hafidz mengatakan, nantinya akan ia bedah ketika berdebat antarcalon. ”Tidak saya sampaikan hari ini karena rahasia perusahaan. Pada saatnya masyarakat akan tahu,” jelasnya. Ia hanya memberikan clue bahwa akan ada empat visi dam empat misi.

Di sisi lain, bakal pasangan calon (Bapaslon) yang diusung PPP, PKB, PDIP, dan Golkar itu mengklaim sudah mengantongi dukungan dari berbagai tim relawan dan lintas profesi. Ketua Tim Pemenangan Hafidz-Hanies Zaimul Umam mengungkapkan, pihaknya sudah memiliki berbagai strategi untuk melenggangkan putra asal Pamotan dan Rembang itu. "Kami sudah membikin rumus secara rasional," kata pria yang akrab disapa Gus Umam ini.

Pendekatan itu, lanjut pria yang juga menjabat sebagai pelaksana tugas Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) ini, bisa melalui koordinasi bersama para tokoh berpengaruh memiliki basis masa tertentu.

Seperti halnya ia sendiri. Yang juga sebagai pentolan santri gayeng. Yang turut memberikan kontribusi menyukseskan saat pemilihan gubernur (Pilgub) beberapa tahun lalu. "Kebetulan saya juga ketua santri gayeng. Yang dulu memback up pak Ganjar dan Gus Yasin," ujarnya.

Selain itu, Gus Umam juga merupakan alumni Al Anwar, Sarang. Dan, kebetulan di internal pengurus DPC PPP Rembang juga ada alumni pondok pesantren lain. Modal itu yang nantinya akan dijadikan strategi untuk memobilisasi kemenangan Hafidz-Hanies. "Nanti kami mobilisasi semua kekuatan yang ada di pesantren. Alumni sarang maupun Leteh," ujarnya. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya