alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Manajemen Persiku Butuh Dua Syarat untuk Cairkan Dana

12 September 2020, 16: 02: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

TRANSPARANSI DANA: Sunarto saat memberikan penjelasan di depan awak media terkait dana yang telah diperoleh Persiku untuk mengikuti kompetisi.

TRANSPARANSI DANA: Sunarto saat memberikan penjelasan di depan awak media terkait dana yang telah diperoleh Persiku untuk mengikuti kompetisi. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Manajemen Persiku membutuhkan dua syarat untuk bisa mencairkan dana. Yakni laporan penggunaan anggaran termin pertama sebesar Rp 400 juta. Dan membuat rencana anggaran belanja (RAB) termin kedua

Sekretaris Askab PSSI Kudus Syafik Arrosid mengatakan, ada dua syarat yang perlu dilengkapi manajemen Persiku untuk mendapatkan suntikan dana. Di antaranya, manajemen harus membuat laporan penggunaan anggaran termin pertama sebesar Rp 400 juta. Selain itu, manajemen juga diminta membuat rencana anggaran belanja (RAB) termin kedua.

"Di era pandemi sekarang ini harus ada hati-hati. Karena kejelasan kompetisi saat ini masih dibahas," terangnya.

Pihaknya berharap, manajemen tidak terburu-buru mengambil langkah ke depan. Mengingat kejelasan Liga 3 Jawa Tengah, kata dia, sama sekali belum jelas.

”Ada informasi jika 1 November bergulir kick off. Namun format protokol kesehatan untuk liga 1 dan 2 saja belum ditentukan,” katanya.

Manajer Persiku Sunarto mengungkapkan, sisa uang pendanaan untuk squad Macan Muria kini tinggal Rp 50 juta. Ini setelah manajemen pengikatan pemain dan pelatih.

Pihaknya memamaparkan Persiku diberikan suntikan anggaran dana sebesar Rp 2 miliar. "Rinciannya untuk senior Rp 1,7 miliar dan Rp 300 juta untuk persiku junior," terangnya.

Saat ini pihaknya baru menerima Rp 400 juta dari Askab. Dan saat ini manajemen telah menyusun rencana anggaran belanja (RAB) untuk kegiatan satu tahun.

Narto juga memastikan pihaknya bersedia membuat laporan RAB untuk pencairan dana tim termin kedua sebesar Rp 600 juta. Sekaligus majamen juga bersedia membuat laporan penggunaan anggaran termin pertama.

"Kami bersedia untuk memenuhi syarat pencairan dana. Saya juga meminta ada transparansi," katanya. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya