alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Ponpes Al-Istiqomah Kudus Buka Program Pasca-TPQ

11 Agustus 2020, 11: 43: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

PEMBUKAAN SIMBOLIS: Prosesi saserahan santri Pasca-TPQ Madin Al-Istiqomah oleh wali santri kepada Rois Madin Ustaz M. Najih Jami' didampingi Pengasuh Ponpes Al-Istiqomah KH. M. Sholikhan, S.Ag., AH.

PEMBUKAAN SIMBOLIS: Prosesi saserahan santri Pasca-TPQ Madin Al-Istiqomah oleh wali santri kepada Rois Madin Ustaz M. Najih Jami' didampingi Pengasuh Ponpes Al-Istiqomah KH. M. Sholikhan, S.Ag., AH. (PONPES AL-ISTIQOMAH FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Pondok pesantren Al-Istiqomah Garung Lor Kaliwungu Kudus secara resmi membuka program pasca-TPQ. Pembukaan secara simbolis dilakukan di Aula Pondok Putri Al-Istiqomah Garung Lor, Kaliwungu, Kudus, (9/8) lalu.

Pengasuh Ponpes Al-Istiqomah KH. Muhammad Sholikhan AH mengatakan, dibukanya program pasca-TPQ ini untuk memenuhi permintaan masyarakat. Mereka ingin agar ada lembaga pendidikan agama untuk anak-anak yang tidak harus mukim (mondok).

”Permintaan itu sudah lama dan Alhamdulillah kini sudah ada,” ujarnya.

Dia berharap nantinya pendidikan pasca-TPQ ini akan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Utamanya dalam perkembangan pendidikan diniyyah bagi anak-anak.

”Begitu pentingnya agama bagi anak-anak sehingga sedini mungkin memang harus dibuatkan wadah,” papar KH. Sholikhan.

Lebih lanjut, KH. Sholikhan menambahkan, program pasca TPQ ini nantinya akan menggunakan kurikulum madrasah diniyah. Pihaknya juga berencana akan bergabung dengan LP Ma'arif NU dalam pengelolaan kurikulum dan administrasinya.

"Jadi pasca-lulus dari TPQ dan bisa mengaji Al-Qur'an, anak itu terus belajar ilmu agama yang lain, agar lengkap," terang dia.

Pengurus ponpes Al-Istiqomah Ustaz Joko Setiawan menambahkan, program ini sementara masih uji coba satu tahun dulu. Nanti kalau memang masyarakat masih menginginkan supaya ada baru akan dilanjut.

"Begitu pula untuk administrasi, di awal tahun pengajaran ini akan kami gratiskan, mungkin sampai tiga bulan ke depan," jelas Joko.

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya