alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Daring Belum Maksimal, Dosen SI UMK Adakan Workshop untuk Guru PAUD

11 Agustus 2020, 11: 16: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

OP BAGI GURU PAUD: Prodi Sistem Informasi UMK melalui kegiatan pengabdian masyarakat melaksanakan Workshop Pembelajaran Daring Berbasis IT untuk Guru HIMPAUDI di wilayah Jepara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, (Selasa, 28 Juni 2020) kemarin.

OP BAGI GURU PAUD: Prodi Sistem Informasi UMK melalui kegiatan pengabdian masyarakat melaksanakan Workshop Pembelajaran Daring Berbasis IT untuk Guru HIMPAUDI di wilayah Jepara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, (Selasa, 28 Juni 2020) kemarin. (umk for radar kudus)

Share this      

KUDUS - Sesuai aturan pemerintah, pembelajaran di sekolah harus dilakukan secara daring. Pembelajaran dengan sistim daring memiliki kelebihan dan kekurangan. Terutama bagi anak yang belajar di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Karena masih kecil, anak PAUD belum bisa mengikuti pembelajaran daring secara mandiri.

Kaprodi Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (UMK) Pratomo Setiaji, S.Kom., M.Kom, MTA mengatakan, banyak guru PAUD yang bingung dalam beradaptasi dengan sistim daring.  "Akhirnya daring dilakukan secara sederhana dan minimalis, yakni memberikan tugas melalui grup whatsapp (WA) kepada orang tua untuk dikerjakan anak," katanya kemarin.

Pemberian tugas terus menerus, mengakibatkan anak menjadi stres. Apalagi banyak orang tua kurang kemampuannya dalam menerjemahkan pembelajaran kepada anak. Melihat kondisi tersebut, pihaknya turut serta dalam mencari solusi. Salah satunya dengan melakukan kegiatan workshop pembelajaran daring dengan memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal. "Kami laksanakan workshop di PAUD Persada di Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Jepara 28 Juli lalu, saat ini masih terus komunikasi," terangnya.

Workshop ini merupakan wujud  tanggung jawab akademisi kepada masyarakat dalam berkontribusi di dunia pendidikan. Narasumber dari Prodi SI  Fakultas Teknik UMK Syafiul Muzid, M.Cs., menyampaikan, berdasarkan peraturan Kemendikbud, untuk PAUD, selain pembelajaran daring  juga bisa dilakukan dengan home visit dan terapi perkembangan anak usia dini.

”Dari data Kemendikbud, hanya 13,2 persen PAUD yang melaksanakan pembelajaran dengan media daring selama pandemi. Artinya, guru harus segera merespon agar pembelajaran daring bisa maksimal. Pembelajaran daring dituntut kreatif, agar tidak terkesan hanya memberikan tugas saja," jelasnya.

Guru bisa membuat video yang menarik sesuai materi pembelajaran. Tentunya menggunakan teknik pengambilan video, pencahayaan hingga suara supaya berkualitas. Sekarang ini banyak aplikasi untuk edit video di smartphone. Dengan cara kreatif, maka pembelajaran daring tidak lagi garing atau membosankan.

Narasumber lainnya, Darmawan Wicaksono, M.Psi mengatakan, dalam pembelajaran daring, guru PAUD jangan sampai melupakan prinsip pendidikan anak usia dini, yakni belajar sambil bermain. Sehingga materi atau tugas yang diberikan jangan sampai melupakan unsur permainan, apalagi saat melaksanakan home visit.

Menurutnya, saat home visit perlu adanya permainan edukatif, sehingga anak terangsang untuk belajar. Dia juga mengingatkan, untuk pembelajaran daring juga harus diwaspadai, karena penggunaan gadget terlalu lama akan berdampak buruk bagi anak. Juga harus diperhatikan jarak dan kontras cahaya dari layar gadget yang digunakan demi kesehatan mata anak.

Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD Persada, Kholifah mengakui manfaat adanya workshop tersebut. Karena ilmu yang disampaikan memang sangat dibutuhkan, tujuannya tak lain agar guru semakin kreatif dan inovatif dalam pembelajaran daring. "Ada 20 guru yang ikut kegiatan ini, mungkin semua guru PAUD harus ikut kegiatan semacam ini," imbuhnya. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya