alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

11 Agustus 2020, 10: 10: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

JODOH memang tidak bisa dipaksakan. Diusahakan seperti apapun, kalau namanya belum jodoh bakal lari juga. Kisah itu dialami Tono dan Tini (bukan nama sebenarnya). Bahkan hingga saat ini dia masih lajang. Belum menemukan pendamping hidupnya. Tiap kali mau serius selalu putus tengah jalan.

Sudah tidak terhitung lagi berapa kali dia PDKT dengan perempuan. Mulai dari teman satu organisasi, beda agama, adik kelas, kakak kelas, bahkan sampai istri orang. Tidak sekedar PDKT, bahkan sampai melamarnya. Sempat juga sang pujaan hati dicarikan tempat tinggal.

Namun di tengah perjalanan si perempuan berbalik arah. Meninggalkannya. Karena kepincut dengan laki-laki lain. Nikah terlebih dahulu. Alasannya tidak jelas. Padahal dia sudah keluar banyak modal. Baik untuk beli pulsa, jajan, makan, pakaian, perhiasan dan sebagainya.

”Ya stress. Sakit hati. Sakit sekali. Orang tua juga sama. Tapi apa boleh buat. Itu sudah menjadi jalan hidup. Takdir yang harus aku jalani,” ucapnya dengan senyum sinis.

Tono mengaku, pernah juga melamar gadis lintas daerah. Malam-malam satu rombongan bertandang ke rumah si perempuan. Ingin melamar si pujaan hati. Awalnya diterima. Keluarga si perempuan juga senang. Namun setelah pulang di tengah perjalanan, langsung diputusin. Tanpa alasan.

Padahal, untuk menuju rumah perempuan harus bertaruh nyawa. Sebab kebetulan ada aksi anarkis besar-besaran. Warung, rumah dilempari masa dengan batu. Dia bersama rombongan juga sempat ngumpet di salah satu klinik biar aman. ”Yah, yang namanya jodoh memang tidak boleh dipaksain. Kalau belum jodoh dikejar sampai langit pun tak akan sampai,” ucapnya tersenyum lebar.

Tono mengaku, katanya jatuh cinta berjuta rasanya. Tapi dia merasa belum merasakan pepatah itu. Yang ada malah terus merana. ”Mungkin saking pedih dan perihnya, jadi bisa saya rasakan,” tambahnya.

Akibat kejadian-kejadian itu, Tono memutuskan hingga saat ini menjomblo. Menunggu siapapun yang siap untuk dinikahi. Dia tidak lagi seperti dahulu. “Mau ya nikah. Gitu aja. Simpel,” lanjutnya. 

(ks/sub/zen/top/JPR)

 TOP