alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Yang Ditunggu, Insentif Nakes yang Tangani Covid-19 Akhirnya Cair

10 Agustus 2020, 11: 51: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

TELITI: Tenaga kesehatan Kabupaten Kudus cek peralatan medis sebelum bertugas tangani pasien Covid-19 belum lama ini.

TELITI: Tenaga kesehatan Kabupaten Kudus cek peralatan medis sebelum bertugas tangani pasien Covid-19 belum lama ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Dana insentif untuk ratusan tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 mulai cair. Meskipun demikian, Dinas Kesehtaan Kabupaten (DKK) Kudus belum mengetahui pasti nominalnya. Sebab, dari jumlah yang diajukan masih diverifikasi.

”Jumlah(uang, Red)-nya berapa kami belum tahu. Sebab nominal insentif untuk nakes yang kami ajukan masih diverifikasi lagi dari pusat,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi.

Periode Maret hingga Mei 2020, DKK mengajukan Rp 3,5 miliar kepada Kementerian Kesehatan. Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) yang terbaru Andini mengatakan tenaga kesehatan dari rumah sakit swasta atau yang sebelumnya disebut lini tiga, verifikasinya dilakukan Kementerian Kesehatan. Fasilitas kesehatan milik pemerintah, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, verifikasinya cukup daerah atau dinas kesehatan kabupaten setempat.

Sampai saat ini yang sudah konfirmasi kepada kami Rumah Sakit Mardirahayu Kudus, Rumah Sakit Aisyiyah Kudus, dan Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Pencairan tersebut sudah mulai dilaporkan pada akhir Juli 2020. Pihaknya meminta semua yang sudah mendapatkan agar segera melapor ke DKK.

Karena untuk rumah sakit swasta uang langsung ditransfer ke masing-masing rekening faskes.

”Yang pertama melapor kepada kami dari Rumah Sakit Mardirahayu Kudus. Kami belum tahu juga apakah jumlahnya sesuai pengusulan atau tidak?” jelasnya.

Kudus mendapatkan alokasi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar Rp 5,01 miliar. Dana tersebut untuk pemenuhan dana insentif tenaga kesehatan dari fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Sementara nilai insentif yang diberikan kepada tenaga kesehatan sesuai surat dari Kementerian Keuangan untuk dokter spesialis sebesar Rp 15 juta per bulan. Dokter umum dan dokter gigi sebesar Rp 10 juta, bidan dan perawat sebesar Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta. Sementara nilai santunan bagi tenaga medis yang meninggal sebesar Rp 300 juta.

(ks/daf/zen/top/JPR)

 TOP