alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Diserbu Pengunjung, Cafe BUMDes Desa Klepu Suguhkan Produk Lokal

10 Agustus 2020, 11: 24: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

RAMAI: Suasana Block R Cafe yang saat ini dikembangkan oleh BUMDes Desa Klepu.

RAMAI: Suasana Block R Cafe yang saat ini dikembangkan oleh BUMDes Desa Klepu. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Kawasan Klero dan Kelet (Rolet), Kecamatan Keling, Jepara semakin ramai. Tempat-tempat ngehits mulai diserbu pengunjung. Salah satunya, Block R Cafe yang merupakan usaha milik desa (BUMDes) Desa Klepu.

Diketahui, ada empat tempat hits di sana. Masing-masing mengusung nama yang berbeda dengan konsep yang berbeda pula.

Salah satunya Block R Café. Lokasinya berada paling ujung, dekat dengan jembatan perbatasan Rolet dengan view sungai yang indah. Block R Cafe merupakan satu-satunya tempat di kawasan tersebut yang dikelola oleh desa. Lainnya dikembangkan swasta (investor).

Ketua Pengelola Block R Cafe, Dwi Cahyono mengatakan, tempat tersebut dibangun sejak Juli 2019 lalu. ”Kami berdiri setelah dua tempat lainnya berdiri,” katanya.

Pembangunan dilakukan bertahap selama tiga tahun. Dana menggunakan anggaran dari desa. Konsepnya modern di tengah alam. Sementara untuk pengelolaannya, diserahkan pada karang taruna desa. ”Pemerintah Desa Klepu mempercayakan kafe kepada Karang Taruna Tunas Muria Klepu sebagai pengelola,” ungkapnya.

Dwi melanjutkan, meski harus bersaing dengan beberapa tempat lain yang dikembangkan investor, pihaknya tetap optimistis berkembang. "Kami buka mulai Juli 2019. Saat itu masih jauh dari layak untuk disebut kafe. Namun kami berproses dan menggali ide dari teman-teman sambil melakukan pengembangan,” ungkapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan menyuguhkan sesuatu yang berbeda. "Kami tawarkan produk lokal seperti kopi. Selain itu kami juga gandeng teman-teman komunitas. Baik dari karang taruna sendiri maupun komunitas lain. Saat puasa, kami juga sering kedatangan rombongan komunitas," jelasnya.

Karena satu-satunya usaha yang dikelola desa, tempat tersebut juga menjadi jujugan pengunjung atau ketika ada kunjungan (tamu Pemdes). "Kalau ada kunjungan memang dibawa ke sini," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Mufarih Ni'am mengatakan, kebijakan pemerintah Desa Klepu menjadikan destinasi wisata di area Jembatan Rolet didukung oleh semua pihak, baik BPD, RT, RW, karang taruna, sampai masyarakat.

Saat ini pihaknya berupaya menghadirkan berbagai hal yang berbeda agar tempat yang dikelola semakin dilirik. "Untuk menu, andalan kami ada iwak manuk dan iwak kali. Juga  beberapa olahan ayam. Sementara untuk minuman saat ini ada berbagai varian kopi, dengan unggulan kopi lokal," ungkapnya.

Pihaknya berharap, kafe tersebut bisa terus bersaing dan menjadi ikon kuliner di kawasan Rolet. "Harapan kami bisa jadi ikon, tentu butuh upaya dan kerja sama semua pihak," imbuhnya. 

(ks/emy/mal/top/JPR)

 TOP