alexametrics
Rabu, 21 Oct 2020
radarkudus
Home > Pena Muda
icon featured
Pena Muda
Hadirkan Style Muslim Modern yang Fashionable

Tetap Berkarya di Tengah Pandemi Covid-19

09 Agustus 2020, 11: 05: 22 WIB | editor : Ugik Wepe

SASHION SHOW: Gaya Busana dari Lurik dan Sulaman Benang Stylish ditampilkan oleh mahasiswa Akademi Komunitas NU Banat Kudus.

SASHION SHOW: Gaya Busana dari Lurik dan Sulaman Benang Stylish ditampilkan oleh mahasiswa Akademi Komunitas NU Banat Kudus. (PENA MUDA)

Share this      

PENA MUDA, RadarKudus.com - Tujuh mahasiswa Akademi Komunitas NU Banat (AKNUBa) Kudus menggelar sashion show di auditorium SMKn NU Banat Kudus awal Juli. Tema yang mereka ambil ”NewNorm Daily Stayle”. Mereka menampilkan beragam model. Ada yang menggunakan kain lurik, pengaplikasian sulaman benang, bahkan ada yang tabak corak bahan.

Wartawan Pena Muda menemui ketujuh mahasiswa AKNUBa selesai acara. Mereka, Fatma Umi, Rizka Amelia, Naily Saadah, Sri Wahyuningsih, Naina Zahwa, Rachel Hidayatina dan Vidia Ella. Mereka angkatan pertama dari program studi ini.

Ajang fashion show bagian dari program promosi. Di dalamnya menggambarkan secara singkat mengenai trend busana muslim saat ini.

Fatma Umi atau akrab disapa Fatma menjelaskan, kegiatan ini sempat dibatalkan karena pandemi  Covid-19. Karena terkendala proses produksi.

Ketujuh mahasiswa itu sempat kuwalahan. Karena dikerjakan di rumah tanpa bimbingan langsung dari dosen. Namun demi kemajuan AKNUBa akhirnya show jadi diadakan secara indoor. ”Bimbingan produksi, kami menggunakan via online yakni aplikasi Zoom Meeting,” tutur  gadis kelahiran Jepara Ini.

Ketujuh mahasiswi ini menampilkan tiga koleksi busana muslim dari setiap desainer. Sehingga jumlahnya 21 desain busana. Mereka mengangkat busana dengan center of interst yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan kain lurik, pengaplikasian sulaman benang, bahkan ada yang tabak corak bahan.

Sejumlah model terlihat memperagakan busana karya perancangnya masing-masing di atas cat walk.

Dari show pertama itu, mereka termotivasi untuk tidak pernah berhenti berkarya.

Seperti yang dirasakan mahasiswa Sri wahyuningsih. Dia menggangap pangung pertamanya ini sebagi media belajar untuk lebih baik. ”Dari sini saya belajar bahwa ini semua baru permulaan, masih ada tantangan untuk tampil lebih baik lagi di show berikutnya. Jadi harus bisa optimistis untuk terus berkarya. Meskipun ditenggah pendemik seperti ini,” ungkap gadis kelahiran Oktober itu.

Harapan mereka semua. dengam adaanya show ini  tak hanya ingin mengenalkan AKNUBa pada masyarakat. Namun, show ini diharapakn bisa mengangkat potensi fashion muslim di Tanah Air. Agar memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Selain itu, masker yang digunakan para model juga sebagai pengingat di masa transisi pandemi ini harus tetap menjaga kesehatan baik diri sendiri maupun lingkungan.  (Ayu/Aslichah/Nimah/Sari)

Rubrik ini adalah karya jurnalistik para penerima Beasiswa Anak Asuh - Sumbangsih Sosial Djarum Foundation. Diterbitkan atas kerja sama Radar Kudus, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FLKSA) Kabupaten Kudus dan Djarum Foundation. Para penerima beasiswa adalah anak asuh panti asuhan di Kudus yang mendapatkan beasiswa pendidikan penuh di SMK Binaan Djarum Foundation.

(ks/wp/wp/JPR)

 TOP
Artikel Lainya