alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Misa Perdana di Masa New Normal: Dulu Dua Jam, Kini 45 Menit

09 Agustus 2020, 09: 50: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

JAGA JARAK: Umat Katolik mengajalankan misa perdana di masa pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Rembang kemarin.

JAGA JARAK: Umat Katolik mengajalankan misa perdana di masa pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Rembang kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Satu gereja katolik di Rembang mulai menyelanggarakan misa secara tatap muka. Yakni Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus. Dengan jumlah umat terbatas 100 orang dari jumlah biasanya sekitar 170 orang. Durasinya hanya 45 menit. Padahal normalnya dua jam menit.

Misa perdana di era new normal ini digelar kemarin pukul 17.00. Para jemaat datang lebih awal. Rata-rata sekitar 30 menit sebelum misa dimulai.

Gereja menerapkan ketat protokol kesehatan. Selain harus memakai masker, sebelum masuk gereja, para jemaat wajib cuci tangan. Kemudian satu per satu dites suhu tubuh dengan thermo gun di pintu masuk. Di dalam gereja, tempat duduk jemaat dibuat berjarak satu meter.

Selain itu, petugas di gereja juga ditambah. Sebelum pandemi hanya empat orang, kini ada 20 petugas. Mereka dibagi dengan model shift. Satu shift satu pelaksanaan misa.

CEK SUHU: Sebelum masuk gereja jemaah diperiksa suhu tubuhnya.

CEK SUHU: Sebelum masuk gereja jemaah diperiksa suhu tubuhnya. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Misa perdana di era new normal ini berlangsung singkat. Hanya sekitar 45 menit dari waktu normal 120 menit atau dua jam. Misa yang dipimpin Romo Fransiscus Soni Apri Untoro Nugroho ini, mengangkat tema ”Tenanglah! Aku Ini, Jangan Takut (Mat 14:27)”.

Romo Soni menyampaikan khutbah singkat. Isinya ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan adalah peristiwa manusiawi yang sering dialami. ”Ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran sering membuat manusia tak mampu melihat segala sesuatu secara baik,” ujarnya.

Dia melanjutkan, sabda Tuhan dalam Injil juga mengisahkan bagaimana para Rasul khawatir dan cemas saat kapal mereka diombang-ambingkan ombak. Namun di saat itulah, Tuhan hadir.

”’Inilah Aku, jangan takut’. Demikianlah yang disabdakan Yesus,” katanya. ”Hari ini kita belajar menjadi orang yang percaya kepada Tuhan. Kekhawatiran dan ketakutan akan nenggerus iman kita. Kekhawatiran dan ketakutan akan membuat kita berkubang dalam persoalan. Karena itu, percayalah kepada Tuhan. Tuhan senantiasa hadir menolong kita,” imbuhnya.

PAKAI MASKER: Romo Fransiscus Soni Apri Untoro Nugroho memimpin misa perdana di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Rembang kemarin.

PAKAI MASKER: Romo Fransiscus Soni Apri Untoro Nugroho memimpin misa perdana di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Rembang kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Pengurus pelaksaan misa Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Rembang Sisilia mengatakan, persiapan misi ini dilaksanakan jauh-jauh hari. ”Misa perdana ini, kami tidak mengundang semua umat. Supaya tidak begitu banyak. Karena masih ada misa Minggu pagi pukul 07.00 dan Minggu sore pukul 17.00,” katanya.

Dia menambahkan, proses misa juga dipersingkat. Diawali nyanyian, langsung doa-doa, bacaan kitab suci, dan lainnya. ”Biasanya Ordinarium dinyanyikan, sekarang tidak,” imbuhnya.

(ks/lin/noe/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya