alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Di Tengah Pandemi, Pengguna Narkoba di Kudus Capai 1.200 Ribu Orang

alami tren kenaikan di tengah pandemi Covid-1

06 Agustus 2020, 13: 55: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

Di Tengah Pandemi, Pengguna Narkoba di Kudus Capai 1.200 Ribu Orang

KUDUS - Jumlah pengguna narkotika di Kudus mencapai 1.200 orang. Sementara untuk pengedar mencapai 80 orang. Dari jumlah tersebut didominasi tiga kalangan. Yakni pengusaha, pedagang dan pelajar.

”Di tengah pandemi Covid-19 ini trennya meningkat karena banyak masyarakat yang tertekan,” kata Pembina DPC Gerakan Anti Madat (Geram) Kabupaten Kudus Murtadlo.

Adapun jenis narkotika yang paling banyak beredar di Kudus yakni jenis sabu-sabu. Sementara untuk inex tidak ada. Sebab, di Kudus tidak adanya tempat hiburan.

Kudus disebut menjadi daerah yang rawan terhadap peredaran narkotika. Diketahui, Kudus lokasinya berbatasan langsung dengan Jepara yang merupakan daerah episentrum peredaran narkoba di wilayah eks Karesidenan Pati.

”Kudus ini sebenarnya hanya perlintasan dari Jepara yang berbatasan langsung dengan laut,” ujar dia.

Pihaknya menilai, sudah saatnya ada tempat rehabilitasi untuk pengguna narkotika di wilayah eks karesidenan Pati. Pemkab Kudus diharapkan dapat menyediakan lahan untuk pembangunan rehabilitasi bagi pengguna narkoba.

” Di sini butuh tempat rehabilitasi. Karena saat ini tidak ada, maka kami mengusulkan pemerintah daerah menyiapkan tempatnya. Nanti bangunnya bisa kerja sama dengan pihak swasta. Tapi lahannya dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Geram Jawa Tengah Havid Sungkar mengimbau masyarakat yang masih menggunakan narkoba dapat segera bertobat. Pihaknya mengajak pengguna narkoba untuk kembali ke jalan yang lurus. Pihaknya juga mendorong para pengguna narkoba itu direhabilitasi agar tidak menggunakan barang haram tersebut.

”Kami terbuka buat para mantan pengguna narkoba untuk sadar dan berbagi cerita menjadi relawan di sini. Berbeda dengan pengedar narkoba, tentu harus mendapatkan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tutupnya. 

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP