alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Mantan Kades Kebonrejo Ditahan, Diduga Korupsi Dana Desa 2018-2019

05 Agustus 2020, 19: 56: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

DIKAWAL: Sumadi (depan), mantan kepala Desa Kebonrejo, Banjarejo, Blora, ditahan kejaksaan kemarin.

DIKAWAL: Sumadi (depan), mantan kepala Desa Kebonrejo, Banjarejo, Blora, ditahan kejaksaan kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA - Mantan Kepala Desa Kebonrejo, Banjarejo, Blora, Sumadi ditahan Kejaksaan Negeri Blora kemarin. Tersangka diduga mengkorupsi dana desa Kebonrejo 2018 hingga 2019.

Penahanan ini setelah berkas dinyatakan P21 atau hasil penyidikan sudah lengkap. Selanjutnya ditahan selama 20 hari kedepan.

Kasi Pidsus Kejari Blora Rendy Indro Nursasongko mengaku sebelumnya selama penyidikan dan ditetapkan tersangka kepolisian, bersangkutan tidak ditahan. Baru setelah berkas dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Blora, tersangka Sumadi ditahan.

Baca juga: Tak Percaya Rupi’ah Bunuh Diri, Keluarga Korban Soroti Kejanggalan Ini

Akibat perbuatan Sumadi, negara dirugikan Rp 279,763 juta. Saat ini tersangka dititipkan di Rutan Polres Blora. Terhitung 4 Agustus hingga 23 Agustus. ”Hari ini (kemarin, Red) pelimpahan tahap kedua. Jadwal sidang ini masih menyusun dakwaan,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit 1 Polres Blora Ipda Suhari mengaku tersangka diduga melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan penyelewengan dan penyalahgunaan kewenangan dalam penggunaan dana keuangan Desa Kebonrejo 2018 hingga 2019.

Uang itu digunakan pencalonan Pilkades 2019. Sayangnya yang bersangkutan tidak jadi. Hingga saat ini uang itu belum dikembalikan.

Tersangka mengambil uang di rekening desa. Sebesar Rp 279,763 juta. Setelah diperiksa Inspektorat, uang diambil lagi. ”Uang tersebut tidak dikembalikan,” ucapnya.

Kuasa hukum tersangka Sugiyanto mengaku perjalanan kasus ini sebenarnya sudah lama. Kliennya ditetapkan sebagai tersangka sejak akhir 2019. Sebelum lebaran ada pemeriksaan kepada tersangka. Mau ditahan, tapi pihaknya mengajukan penangguhan penahanan.

”Akhirnya (penagguhan penahanan, Red) diterima,” jelasnya.

Ia tetap akan memperjuangkan hak-hak kliennya. ”Karena diakui (tersangka, Red) uang itu digunakan, ada yang tidak,” tegasnya. 

(ks/sub/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya