alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Tak Percaya Rupi’ah Bunuh Diri, Keluarga Korban Soroti Kejanggalan Ini

05 Agustus 2020, 19: 20: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

MENGENANG: Dyah Pratiwi dan Ali Akhyar menunjukkan foto Rupi’ah kemarin.

MENGENANG: Dyah Pratiwi dan Ali Akhyar menunjukkan foto Rupi’ah kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Dyah Pratiwi, adik kandung Rupi’ah menerima kabar duka itu dari suami Rup’ah. Jarak antar rumah mereka tak jauh. Hanya berjarak sekitar 100 meter. Bapaknya langsung menyambangi kediaman Rupi’ah. Dan, mendapati kondisi anaknya sudah berada dalam pangkuan suami. Tetapi, keluarga menilai ada kejanggalan, jika peristiwa itu diklaim sebagai bunuh diri. Karena, kondisi lidah mayat tidak keluar cairan. Dan, masih ada berbagai kemungkinan.

Sehingga, pihak keluarga meminta untuk dilakukan otopsi. Tujuannya tidak untuk menuduh atau menuntut siapapun. ”Tetapi keyakinan saya kalau mbak itu bunuh diri nggak mungkin. Saya tahu persis kakak saya seperti apa,” tegas Dyah. Jika memang meninggal bunuh diri, lanjut kakak Ipar korban Ali Akhyar, pihaknya akan bisa menerima.

”Kalau mati karena kasus penganiayaan, harus dihukum sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Permintaan keluarga seperti itu,” ujarnya.

Ali Akhyar juga menilai, saat Rupi’ah berada di pangkuan suaminya tadi, kondisi adiknya sudah tak bernyawa. ”Itu sudah meninggal. Gak ada sekali nafas. Sudah dicek. Kok ada suara dibawa ke puskesmas masih hidup. Itu bikin gondhok (jengkel) bener. Saya baca di media itu,” ucapnya.

Pria 48 tahun itu menuturkan beberapa kejanggalan. Pertama, kondisi saat itu jasad Rupi’ah sudah berada di bawah dan tidak dalam posisi menggantung. Kedua, saat prosesi penurunan jenazah tidak ada saksi satu pun orang. Ketiga, jenazah tidak mengeluarkan cairan. Keempat, lanjut Ali Akhyar, kondisi mata mayat tidak membelalak dan lidah juga tidak terjulur. ”Mingkem seperti biasa,” ucapnya.

Selain itu, sambung Dyah, dua pekan sebelum kejadian Rupi’ah sempat berada di rumahnya. Ia melihat ada memar pada bagian tubuh pada kakaknya itu. Keluarga juga mengaku memang dalam rumah tangga Rupi’ah sering terjadi pertengkaran.

Kepala Desa Pohlandak Mudasir juga mengatakan, dalam rumah tangga korban juga sering melakukan cekcok. Pihaknya belum pernah melaukan komunikasi suami korban. ”Dikarenakan itu bukan warga sini (Pohlandak,Red),” tuturnya.    

Kasat Reskrim AKP Bambang Sugito menyampaikan hasil otopsi akan keluar sekitar dua pekan lagi. Hasil tersebut akan disinkronkan dengan hasil penyelidikan yang sudah ada. Terkait dugaan adanya luka lebam, pihaknya mengaku belum menerima informasi tersebut. ”Itu belum saya dengar,” katanya. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya