alexametrics
Kamis, 24 Sep 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Ponpes Kajen Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kabupaten Pati

05 Agustus 2020, 17: 27: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

TINGKATKAN KEWASPADAAN: Santri salah satu ponpes di Kajen menjalani rapid test di Puskesmas Margoyoso 1 baru-baru ini.

TINGKATKAN KEWASPADAAN: Santri salah satu ponpes di Kajen menjalani rapid test di Puskesmas Margoyoso 1 baru-baru ini. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Drama Covid-19 di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Kajen Margoyoso masih berlanjut. Setelah salah satu keluarga pengurus ponpes dinyatakan positif, kini sembilan santri juga terpapar virus korona. Pemkab akan melakukan tes swab kepada 105 santri lain. Akses menuju ponpes di Kajen juga ditutup hingga 16 Agustus mendatang.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19 Pati Haryanto menjelaskan, pihaknya telah melakukan swab kepada sejumlah santri di Kajen yang pengurusnya positif. Dari tes swab, ada sembilan santri terkonfirmasi positif korona. Sembilan santri telah dikarantina di Hotel Kencana. Hasil tersebut membuat ponpes Kajen menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Bumi Mina Tani.

”Kesembilan santri itu tanpa gejala. Termasuk pengurus dan putranya juga positif Covid-19 tanpa gejala. Kami akan melakukan tes swab lanjutan kepada semua santri di ponpes tersebut. Jumlahnya ada 105 orang akan kami tes swab semua secara bertahap. Jadi, secepatnya hasil swab seluruh penghuni dapat diketahui. Sehingga bisa ditangani lebih cepat. Semoga tidak menyebar ke ponpes lain di Kajen,” jelasnya kemarin.

Pria yang juga Bupati Pati ini, meminta kepada semua pemangku pendidikan baik ponpes, madrasah, dan sekolah untuk lebih bijak. Sebab, penundaan kegiatan tatap muka untuk kebaikan semua. Pihaknya tak ingin anak-anak terpapar korona.

”Anak-anak sudah bosan di rumah. Saya juga paham itu. Orang tua mungkin bertambah pekerjaannya, karena harus mendampingi putra-putrinya belajar secara daring. Tapi lelah dan rasa bosan itu, tentu tak sebanding dengan risiko yang harus ditanggung jika putra-putri kita terpapar Covid-19. Demi anak-anak, bersabarlah sedikit,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pengasuh Pesantren Kajen (FKPPK) KH. Muhiburrohman Ma'mun telah memberikan maklumat menyikapi sembilan santri Kajen yang terpapar Covid-19. Dalam maklumat itu, telah menutup akses pesantren di Kajen. Bahkan, penutupan itu sudah dilakukan sejak 2 Agustus lalu dan diperpanjang hingga 16 Agustus mendatang. Akses keluar masuk ponpes hanya diperbolehkan untuk kepentingan logistik dan kesehatan.

”Seluruh pesantren wajib meniadakan kunjungan wali santri. Sedangkan semua madrasah di lingkungan Kajen dan sekitarnya melanjutkan pembelajaran secara daring dan meniadakan tatap muka,” tulis KH Ma'mun.

(ks/lin/put/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya