alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Sebelum Meninggal Dunia, Mas Imam Mengeluh Demam Sepulang dari Gresik

02 Agustus 2020, 12: 10: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

SELAMAT JALAN: Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali bersama istrinya usai pelantikan Ketua DPRD Jepara tahun lalu.

SELAMAT JALAN: Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali bersama istrinya usai pelantikan Ketua DPRD Jepara tahun lalu. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara Imam Zusdi Ghozali meninggal dunia pukul 08.20 kemarin. Dirinya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta. Sosok politikus PPP itu didiagnosa positif Covid-19.

Sebelum dirawat, Mas Imam –sapaan akrabnya-  pulang dari kunjungan kerja di Gresik pada 17 Juli atau dua pekan sebelum meninggal. Sepulang dari Gresik dia mengeluh demam.

Kabar tersebut menambah daftar nama politikus di eks Karesidenan Pati yang meninggal terpapar Covid-19. Tiga pekan sebelumnya atau pada Minggu (12/7) Ketua DPRD Rembang juga politikus PPP meninggal dunia karena penyakit sama.

Sekretaris DPRD Jepara Trisno Santoso menyampaikan Imam mengikuti kunjungan dewan ke Gresik 15-17 Juli. Sampai Jepara mengeluh demam. Diperiksa dokter diagnosa typus. Diketahui, Imam juga memiliki penyakit penyerta diabetes. ”Kondisi beliau semakin drop. Kemudian dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya mulai tracing pegawai dan anggota dewan yang kontak dengan Imam. Hingga kemarin sore masih berlangsung tracing. Terkait penutupan kantor Setwan, pihaknya belum memberikan keputusan. ”Staf yang kontak dengan beliau kami minta karantina. Sementara yang sakit kami minta swab ke GTPP (Gugus Tugas Percepatan Penanganan),” jelasnya.

Jubir GTPP Covid-19 Jepara dr. Fakhrudin menyampaikan berdasarkan hasil swab terkonfirmasi positif Covid-19. Pemulasaran jenazah dengan protokol Covid-19 dilaksanakan di RSPAD Jakarta. Setelah itu disalatkan di Desa Ngasem, Batealit, Jepara, tadi malam. Posisi jenazah tetap di ambulans. Sedangkan pemakaman berlangsung di Wedelan, Bangsri.

Pihaknya berkoordinasi dengan internal dewan untuk proses tracing. "Senin, kami tindaklanjuti setelah data komplit," katanya.

Disinggung mengenai klaster penularan Covid-19 Fakhrudin belum bisa memastikan. Meskipun sebelumnya ada riwayat perjalanan dari Gresik. ”Belum bisa dipastikan. Masih dikaji,” imbuhnya.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia