alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Hasil Uji Lab Sampel Limbah Pabrik Pengolahan ikan di Pati Belum Jelas

02 Agustus 2020, 11: 49: 13 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI PERHATIAN: Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup mengambil sampel limbah yang akan diujikan di laboratorium.

BERI PERHATIAN: Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup mengambil sampel limbah yang akan diujikan di laboratorium. (DOKUMEN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN PATI)

Share this      

PATI - Hingga saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati belum mendapatkan hasil uji laboratorium sampel limbah pabrik pengolahan ikan. Uji lab itu menyusul beberapa waktu lalu dipermasalahkan warga sekitar.

Seperti diketahui, pabrik pengolahan ikan di Jalan Pantura Pati - Juwana diduga menghasilkan limbah bau busuk yang mengganggu warga sekitar pabrik. Bahkan warga di radius puluhan kilometer.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati telah berupaya menangani. Dengan cara mengambil sampel limbah untuk dibuktikan. ”Saat ini belum ada hasilnya. Belum ada pemberitahuan lagi dari pihak laboratorium di Semarang. Kami masih menunggu hasilnya keluar untuk mengambil tindakan. Sepertinya 14 hari baru ada hasilnya,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, Purwadi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Setelah ada hasil lab baru bisa melakukan penindakan jika limbah yang dibuang memang di atas ambang batas yang sudah ada. Yang pertama adalah tindakan administratif. Yaitu berupa penghentian sementara. Selain itu dinas terkait memberi tenggat waktu kepada perusahaan untuk memperbaiki infrastruktur pembuangan limbahnya.

Purwadi mengaku, terkendala pihak laboratorium yang terdampak Covid-19. Sebab pegawainya tidak bisa masuk kantor penuh. ”Sehingga pengujian juga terganggu. Ada work from home. Namun kami tetap menunggu,” imbuh Purwadi. Sampel limbah pabrik tersebut diujikan di laboratorium Badan Pengujian dan Peralatan Cipta Karya Semarang.

Lebih lanjut Purwadi mengakui, dari hasil pantuan petugasnya di sejumlah titik saat ini kondisi bau busuk yang dikeluhkan warga sudah agak mereda. Pantauan dampak limbah dilakukan di 12 titik, mulai pukul 19.57 hingga 21.22. mulai dari Dukuh Cangkring, Desa Purworejo, Dukuh Kelingan, Purworejo timur, Sinoman, Widorokandang, hingga Desa Sugiharjo. Hal itu juga diakui salah seorang warga yang juga terdampak limbah tersebut, dimana bau busuk mulai mereda kurang lebih dalam sepekan ini. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia