alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Gilang Mustika Aji, Wasit PBSI Pengkab Kudus

Pernah Salah Tegur Greysia Polii

01 Agustus 2020, 15: 27: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

Gilang Mustika Aji

Gilang Mustika Aji (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

Wasit PBSI Pengkab Kudus Gilang Mustika Aji kini memegang lisensi tertinggi nasional. Lisensi A nasional. Dia berkeinginan naik level lagi, dengan mengantongi lisensi badminton Asia dan lisensi badminton world federation.

VEGA MA’ARIJIL ULA, Radar Kudus

LAPANGAN bulu tangkis di GOR PB Djarum, Jati, Kudus, masih dalam kondisi gelap. Saat itu, jarum jam menunjukkan pukul 13.05. Dari kejauhan muncul Gilang Mustika Aji, wasit Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Pengurus Kabupaten (Pengkab) Kudus. Dia mengenakan kaus polo bewarna hitam. Dengan logo 50th PB Djarum di dada kiri.

Sambil bersandar di dekat kursi wasit yang ada di salah satu lapangan bulu tangkis, pria kelahiran Kudus, 7 Mei 1990 itu, menceritakan pengalaman saat memimpin laga. Ada satu laga tak terlupakan yang pernah dia pimpin. Yakni saat dia menjalani ujian lisensi B nasional.

Di laga itu, Gilang salah menegur Greysia Polii. Saat itu, Greysia Polii berpasangan dengan Apriyani Rahayu dan membela PB Jaya Raya Jakarta. Sedangkan lawannya adalah pasangan Yulfira Barkah dan Maretga Dea Giovani yang saat itu membela klub Mutiara Cardinal Bandung.

”Karena gugup, saya jadi tegang. Kaku banget waktu mimpin. Saya sampai salah pencet scoring system. Di scoring system device itu posisi pemain berubah. Padahal Greysia Polii sudah benar posisinya. Tapi malah saya suruh rotasi,” kenangnya.

Pria yang doyan makan tumis sayur itu mengaku sempat memanggil Greysia Polii agar melakukan rotasi. Tapi Greysia merasa sudah benar. ”Terus saya lihat scoring system device, ternyata saya yang salah pencet. Akhirnya saya minta maaf dan permainan dilanjutkan,” jelasnya.

Gilang mengaku grogi lantaran kali pertama memimpin pertandingan pemain-pemain nasional kelas dunia. Kendati melakukan kesalahan, Gilang tak mendapatkan sanksi. Tetapi mendapat evaluasi dari senior.

Menariknya di ujian lisensi B nasional itu, dia berhasil lolos. Dia menunjukkan foto sertifikasi kelulusan menempuh ujian wasit lisensi B nasional di ponselnya.

Setahun setelah kesalahannya itu, dia termotivasi untuk naik level. Hingga akhirnya berhasil menyabet lisensi A nasional. Lisensi itu merupakan lisensi tertinggi bagi wasit di level nasional.

Tak berhenti di situ, dia dipercaya di berbagai even bulu tangkis tanah air. Tentunya setelah berbenah mempersiapkan mental, fisik, dan aturan bulu tangkis. Faktanya, sampai saat ini dia masih memimpin laga olahraga tepok bulu itu. Mulai dari tingkat kabupaten seperti Bupati Cup dan Muria Cup di Kudus. Juga tingkat nasional seperti Sirkuit Nasional (Sirnas) dan Superliga Junior.

Gilang masih punya impian untuk kembali naik level. Yakni lisensi badminton Asia dan lisensi badminton world federation. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP