alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Cacing Hati Pada Hewan Kurban Ditemukan Petugas di Tiga Kecamatan

01 Agustus 2020, 12: 27: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

TEMUAN PETUGAS: Cacing hati yang ditemukan saat penyembelihan hewan kurban di Rembang kemarin.

TEMUAN PETUGAS: Cacing hati yang ditemukan saat penyembelihan hewan kurban di Rembang kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Petugas pemeriksa hewan kurban dari Dinas Pertanian dan Pangan Rembang menemukan cacing hati pada hewan kurban kemarin. Temuan ini bahkan berada di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Rembang Kota, Sumber, dan Sedan.

Di Kecamatan Rembang Kota, ditemukan cacing di organ hati saat penyembelihan hewan kurban di Desa Waru. Di Kecamatan Sumber, temuan ada di Desa Krikilan. Sedangkan di Kecamatan Sedan, temuan ada di Desa Karas.

drh. Moh. Anwarul Fu’ad, dokter hewan di Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Rembang kemarin mengatakan, cacing hati itu berkembang salah satunya dipicu dari pakan. ”Meski ditemukan cacing hati, namun secara umum hewan-hewan itu masih layak dikonsumsi,” katanya.

(WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Dia menjelaskan, pihaknya menerjunkan enam tim untuk memantau hewan kurban di 14 kecamatan. Dengan pengoptimalan dokter hewan di wilayah setempat.

Setiap tim terdiri empat sampai lima petugas lapangan. Semua personel mengambil peran di wilayah masing-masing. Jadi, satu petugas bisa membawahi dua sampai tiga kecamatan. Lalu petugas peternak ada dua sampai tiga orang untuk terjun langsung di lapangan.

”Tim dibagi menjadi enam. Setiap daerah memantau tiga sampai empat kecamatan dibantu puluhan petugas lapangan. Petugas pengawas hewan kurban melakukan pengawasan keliling di tempat-tempat yang menggelar kurban,” ujarnya.

Mereka bertugas memantau sebelum, saat, dan sesudah hewan disembelih. Termasuk memantau kesiapan pemotongan dan teknik menjatuhkan hewan yang disembelih.

Selain itu, juga memastikan penerapan protokol kesehatan. Namun dibeberapa tempat masih ditemukan penerapan protokol kesehatan yang kurang tepat.

Terkait kebijakan mengurangi sampah plastik, sebagian besar panitia kurban sudah menggunakan bungkus nonplastik. ”Ada yang menggunakan daun pisang, daun jati, atau besek,” imbuhnya. 

(ks/noe/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia