alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Melihat Keperkasaan Jagal-Jagal Hewan Kurban

Belajar Otodidak, Sehari Bisa Jagal 27 Sapi atau Kerbau

01 Agustus 2020, 10: 18: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

BEDHEK: Turaikhan mem-bedhek sapi di Masjid Agung Baitul Muttaqin, Desa Bugel, Kedung, Jepara.

BEDHEK: Turaikhan mem-bedhek sapi di Masjid Agung Baitul Muttaqin, Desa Bugel, Kedung, Jepara. ( M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

Idul Adha seperti ini, para jagal kerbau atau sapi ”panen”. Hari biasa mereka menjadi pedagang hewan atau petani. Namun tetap cekatan saat ”mengerjai” hewan-hewan kurban. Ada yang hanya satu jam mulai menyembelih hingga mbedhek.

M. KHOIRUL ANWAR-SIROJUL MUNIR, Radar Kudus

ADA 14 sapi di Masjid Agung Baitul Muttaqin, Desa Bugel, Kedung, Jepara. Sapi-sapi itu sudah dirobohkan dan di-bedhek (dipisahkan kulit, daging, dan tulang) oleh tim jagal Subakir dan kawan-kawan. Sebelumnya, Subakir telah merobohkan 13 sapi di Desa Lebuawu, Pecangaan, Jepara. Dalam sehari ia mendapat order jagal 27 sapi.

GESIT: Musman menjagal sapi di Masjid Baitul Makmur Purwodadi, Grobogan, kemarin.

GESIT: Musman menjagal sapi di Masjid Baitul Makmur Purwodadi, Grobogan, kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Dalam satu tim itu, ia bagi tugas. Subakir menjadi koordinator dan bertugas merobohkan sapi bersama Abdul Latif. Sementara Turaikhan dan Kaslan menunggu proses penyembelihan. Bertugas proses bedhek.

Setelah selesai disembelih, sapi ditarik. Turaikhan sedia dua pisau. Pisau untuk pemotong daging ujungnya lancip. Sedangkan untuk memotong tulang ujungnya tumpul.

Sayatan pertama pada bagian kulit sapi mulai dari leher, perut, sampai paha. Sapi berhasil dikuliti. Dilanjutkan memisahkan bagian paha. Sesekali pisaunya diasah dengan alat khusus. Sementara Kaslan membelah bagian iga sapi. Mengeluarkan organ dalam dari perut sapi.

Turaikhan masih sibuk memisahkan empat bagian paha. Kaslan mengambil kapak. Diayunkan kapak itu ke iga sapi. Craaak…

Selama 20 menit saja kulit, daging, dan tulang satu sapi sudah terpisah. Panitia kemudian mengambil tiap bagian untuk dipotong-potong dan ditimbang.

Subakir mengatakan, tim jagalnya tiap satu orang saat proses bedhek sebanding dengan tenaga tiga sampai empat orang awam. Sebab, satu sapi dalam waktu setengah jam di-bedhek enam orang awam. Sementara tim jagal dua orang cukup dalam waktu 20 menit.

Hal ini karena sudah terbiasa. Sudah sejak 2000 lalu mereka menjadi jagal sapi dan kerbau. Sehingga urat-urat daging dan tulang sudah hafal. ”Kuncinya di bagian persendian tulang dan urat daging kalau pas bisa cepat,” katanya.

Di luar musim Idul Adha, ia tetap jadi jagal. Hari normal, ia menjagal dua ekor sapi atau kerbau. Selain itu, juga punya sampingan jual beli hewan. ”Profesi jagal ini turun-temurun dari kakek,” imbuhnya.

Disinggung besaran rupiah yang ia dapatkan, ia mematok satu tim (empat orang) Rp 200 ribu untuk hari normal. Sedangkan Hari Raya Idul Adha Rp 500 ribu.

Musman, jagal asal Grobogan lebih cepat lagi dalam proses bedhek. Hanya butuh waktu 15 menit bersama asistennya. Selanjutnya daging dan tulang dipotong terpisah. Waktu yang digunakan hanya 60 menit keseluruhan. Mulai dari menyembelih sampai selesai pisahkan kulit dan daging.

Setelah selesai, tinggal tugas panitia memotong daging dan tulang menjadi kecil-kecil dibungkus dibagikan kepada warga.

Satu hari kemarin, dia bisa menjagal tujuh ekor bersama temanya. ”Tahun ini ada tujuh sapi yang saya jagal bersama teman-teman,” kata Musman.

Untuk biaya penyembelihan dan jagal sapi, dia mendapatkan upah Rp 300 ribu setiap ekor sapi. Jika dikali tujuh sapi berarti sehari kemarin mendapatkan Rp 2,1 juta. Jumlah itu dibagi dengan tujuh orang. ”Saya sendiri mendapatkan Rp 300 ribu,” ujarnya.

Ternyata, menjadi jagal hanya dijalani saat Hari Raya Idul Adha. Di hari-hari biasa, dia menjadi petani. ”Kalau Idul Adha saya panen. Heee…,” ujar bapak dua anak ini sambil tersenyum.

Menjadi jagal sudah dilakoni sejak masih remaja. Dia belajar dari tetangga. ”Saya melihat, kemudian praktik. Juga tanya-tanya tentang penggunaan alat dan bagian daging yang harus dipotong lebih dulu,” terangnya.

Saat beraksi, dia menggunakan pisau, berang, kapak, dan pisau daging. Alat-alat itu mempunyai fungsi berbeda. Juga ada trik tertentu untuk bisa memotong-motong daging dan tulang. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia