alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Perjaka Ketipu Janda Rentenir

01 Agustus 2020, 09: 51: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

Perjaka Ketipu Janda Rentenir

JOKO (nama samaran) sangat kegirangan bisa menikahi Ratri (bukan nama sebenarnya), janda anak satu yang masih kempling. Dua tahun silam, Ratri cerai dari suami pertamanya. Sebab, sering diterpa masalah tak berkesudahan.

Usai cerai, dia berambisi untuk hidup lebih layak dan bisa menandingi mantan suaminya yang  lebih dulu menikah dan mapan.

Ratri memilih jalan singkat. Dia terpaksa menjadi rentenir lantaran keuntungannya menjanjikan. Hanya butuh waktu setengah tahun saja, dia sudah bisa membeli mobil sendiri. Kemudian, dia juga sukses membeli tanah dan membangun rumah dari uang sendiri.

Setelah berkenalan dengan Joko, Ratri menjadi semakin bergairah memperkaya diri. Joko yang perjaka tampan, membuatnya semakin berambisi untuk memiliki seutuhnya. Kemudian memamerkan kepada mantan suaminya dan kepada siapapun yang pernah menghinanya.

Joko yang berusia 26 tahun, kepincut dengan Ratri lantaran masih berusia 30 tahun. Usia yang cukup muda. Selain masih cantik dan menggoda, Joko juga mengincar harta Ratri.

Keluarga Joko sebenarnya tak merestui hubungan itu. Selain karena Joko masih perjaka, juga sudah tahu Ratri menjadi rentenir. Orang tuanya tak mau Joko hidup bergelimang harta haram.

Joko masih bersikeras dengan pilihannya. Dia nekad menikahi Ratri dan hidup ikut istrinya. Tiga bulan pertama, kehidupan Joko amat senang. Kepingin apa-apa keturutan. Ratri juga demikian. Dia menuruti apa yang diinginkan suaminya. Meski harus merogoh kocek lebih dalam.

Joko memilih tak bekerja sendiri. Dia mendampingi istrinya mengerjakan piutang-piutang orang. Tiba-tiba situasi berubah. Orang yang berutang semakin sedikit. Sementara kehidupan mereka semakin mewah.

Salah satu yang tak diketahui Joko, Ratri utang ratusan juta ke salah satu bank. Uang itu untuk modal menjadi rentenir. Bunga utang itu tidak sedikit. Karena tak ada pemasukan, terpaksa mobil mereka dijual. Ternyata masih tak cukup. Ratri terpaksa menjual rumah.

Joko tak bisa berbuat apapun. Setelah rumahnya dijual, mereka ngekos kecil dengan uang sisa. Keadaan itu memaksa Joko bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga. Dia terpaksa bekerja sebagai tukang bangunan. Sementara, Ratri menjadi penjual sayur di pasar.

(ks/qih/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia