alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Realisasi Retribusi Pasar di Triwulan Kedua Capai 51 Persen

30 Juli 2020, 12: 22: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMANGAT: Penjual buah-buahan di Pasar Turi masih terus berjualan meskipun pandemi menghatui.

SEMANGAT: Penjual buah-buahan di Pasar Turi masih terus berjualan meskipun pandemi menghatui. (FAQIH MANSYUR HIDAYAT/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati masih bisa berharap akan memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar. Sebab, meskipun dihantam pandemi, progres capaian retribusi sampai triwulan kedua sudah melebihi setengah target.

Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Bhakti Juniar Isrhony, menyebutkan capaian pendapatan retribusi sudah mencapai angka 51 persen. Pihaknya menjelaskan, tahun ini retribusi dari pasar ditarget sebesar Rp 5,5 miliar. Hingga triwulan kedua ini, pendapatan sudah mencapai sekitar Rp 2,8 miliar.

”Sudah lumayan. Dan memang perlu disyukuri. Sebab, di masa pandemi ini kita masih bisa memperoleh retribusi 51 persen pada triwulan kedua,” ujar Isrhony kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin.

Pihaknya sempat pesimis saat Pasar Puri dihantam kasus Covid-19. Seperti yang sudah diketahui, waktu itu salah satu wakil rakyat dari Bumi Mina Tani meninggal karena Covid-19. Sebelumnya, almarhum mengunjungi Pasar Puri. Peristiwa itu memaksa pemerintah untuk menutup Pasar Puri selama empat hari.

Rhony menceritakan, setelah penutupan tersebut, Pasar Puri masih belum bisa pulih seperti sebelumnya. Masyarakat masih khawatir dengan kondisi pasar kalau masih ada virusnya. ”Saya waktu itu sempat khawatir saat penutupan itu. Karena Pasar Puri menjadi penyumbang terbesar retribusi. Tapi, karena pandemi harus diputus, penutupan harus dilakukan,” ungkapnya.

Meskipun sudah mencapai 51 persen, Rhony menyatakan masih akan tetap mengajukan rasionasilasi pendapatan. Sebab, biar bagaimanapun, di masa pandemi ini semua kemungkinan pasti akan terjadi, termasuk menurunnya pendapatan retribusi. Untuk itu, pihaknya akan mengajukan penurunan target senilai Rp 300 juta dari target yang sudah ditentukan sebelumnya.

(ks/qih/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia