alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Hasil Swab Test Covid-19: Bupati Pati Negatif, Enam Camat Positif

30 Juli 2020, 12: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

DISWAB: Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pati mengikuti swab Sabtu (25/7). Hasilnya 11 camat dan sejumlah ASN di BPKAD positif Covid-19.

DISWAB: Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pati mengikuti swab Sabtu (25/7). Hasilnya 11 camat dan sejumlah ASN di BPKAD positif Covid-19. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS )

Share this      

PATI - Hasil tes swab Bupati Haryanto negatif Covid-19. Begitu juga Wabup Saiful Arifin, Sekda Suharyono, serta pejabat eselon II dan eselon III. Namun dari 21 camat ada enam positif. Yakni camat Margoyoso, Tlogowungu, Juwana, Jaken, Puncakwangi, dan Sukolilo. Serta lima ASN bagian pelayanan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) positif Covid-19. 

Atas temuan itu Pemkab Pati menyeterilisasi kantor dan stafnya. Para pegawai mereka sementara kerja dari rumah dari kemarin hingga pekan depan.

Diberitakan sebelumnya bupati Pati dan para pejabatnya termasuk camat dan pegawai pelayanan di BPKAD Pati menjalani tes swab Sabtu (25/7). 

Bupati Pati Haryanto selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pati mengaku keadaannya sehat. Bahkan baru saja dari kegiatan penutupan TMMD. Tak hanya Haryanto, keluarganya termasuk sopir, ajudan, asisten di rumahnya sudah di-swab secara mandiri.

”Alhamdulillah hasilnya negatif semua. Saya selaku bupati tak menutup-nutupi hasil swab pejabat di lingkungan Pemkab Pati. Sebaliknya, langsung bergerak cepat,” ungkapnya.

Camat dan ASN yang positif korona sebagian langsung diisolasi di Hotel Kencana. Sebagian isolasi mandiri di rumah dinas. Rumah itu sebelumnya tidak ditempati. Agar tidak terjadi kontak dengan lainnya. Usaha lain upaya sterilisasi kantor kecamatan.

”Beberapa kantor kecamatan tutup. Pegawai WFH. Pelayanan bisa melalui online sementara ini,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi camat dan ASN yang positif Covid-19 dalam keadaan sehat. Mereka tak bergejala. Namun hal itu justru lebih diwaspadai karena tak bergejala namun terpapar virus korona. ”Sehingga penting yang pernah kontak erat di-swab,” jelasnya. 

Dirinya memaklumi para camat ini terkena virus korona, karena mereka bekerja di lapangan. Diduga mereka tertular dari warganya yang terpapar virus korona. Bupati mengakui, jika beberapa aktivitas para camat mendatangi pemakaman Covid-19, lalu mengantarkan warganya isolasi di hotel. ”Kalau kepala OPD sejak awal sudah tidak saya izinkan pergi. Alhamdulillah tidak ada yang terkonfirmasi Covid-19,” jelasnya.

Haryanto juga akan tracing terhadap orang yang kontak dengan pejabat positif Covid-19. Test swab dan test rapid akan dilakukan kepada siapa saja yang pernah kontak dengan pasien.

Ia meminta masyarakat jangan menyepelekan virus ini, karena benar-benar berbahaya. Apalagi bagi orang yang punya penyakit penyerta. Covid-19 ini juga bukan rekayasa.

Kedepan, orang nomor satu di Pati ini juga akan menggencarkan tes swab karena lebih akurat dari pada test rapid. Test swab ini dilakukan bagi orang yang terdampak maupun tidak terdampak. Untuk jumlahnya tidak ditarget. Jika ada temuan langsung di-swab. 

”Test swab saya lanjutkan lagi besok (hari ini, Red). Terutama ke tempat-pelayanan seperti BPKAD, lalu Bagian Rumah Tangga Setda Pati juga yang melayani transit. Lalu ke dinas lainnya bagian pelayanan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin. 

(ks/put/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia