alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Physical Distancing Bisa Diterapkan di Seluruh Traffic Light di Kudus

29 Juli 2020, 16: 28: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

TERTIB: Kasatlantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega melakukan sosialisasi penerapaan marka physical distancing di traffic light bagian selatan Perempatan Kencing, Kecamatan Jati, Kudus kemarin.

TERTIB: Kasatlantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega melakukan sosialisasi penerapaan marka physical distancing di traffic light bagian selatan Perempatan Kencing, Kecamatan Jati, Kudus kemarin. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Kudus melakukan pengawasan terhadap penerapan marka physical distancing di traffic light bagian selatan Perempatan Kencing, Kecamatan Jati, Kudus kemarin. Dari hasil pantauan di lapangan, para pengendara telah mematuhi aturan tersebut. Tanpa harus diaba-aba, mereka dengan sendirinya berhenti sesuai marka yang disediakan. Kasatlantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega berharap penerapan ini bisa diterapkan di seluruh traffic light di Kudus.

”Secara umum tingkat kepatuhan pengendara, terutama roda dua untuk menjaga jarak saat di lampu merah sudah baik,” kata Kasatlantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega.

Saat ini, marka physical distancing memang baru ada di traffic light pertama pintu masuk ke Kota Kretek. Pembuatan marka yang mengatur jarak antar pengendara ini dilakukan pada Rabu (22/7) lalu bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus. Di sana, terdapat sekitar 17 marka untuk pengendara sepeda motor yang disusun secara berjajar dengan memperhatikan jaga jarak.

”Kami uji cobakan disini, karena lokasi ini menjadi akses keluar masuk kota Kudus,” imbuhnya.

Penerapan physical distancing bagi pengendara yang berhenti di lampu merah ini juga diakuinya dalam rangka operasi patuh candi 2020. Dimana sasaran tahun ini tidak hanya pelanggaran lalu lintas saja. Melainkan juga pengendara yang abai dengan protokol kesehatan.

”Untuk menekan angka covid-19 agar tidak bertambah,” imbuhnya.

Meskipun kesadaraan menjaga jarak sudah tinggi, namun kesadaran untuk memakai masker masih kurang. Dalam monitoring yang dilakukan Satlantas Polres Kudus, masih ditemukan sejumlah pengendara yang tak pakai masker. Untuk menimbulkan efek jera, pihaknya memberikan sanksi sosial dengan menghafal pancasila dan meminta maaf di medsos.

”Bagi yang tak bermasker, wajib menghafal pancasila dan meminta maaf melalui medsos. Selain disanksi, juga diberi masker. Sanksi sosial ini tujuannya untuk mengedukasi masyarakat. Agar mereka mengingat pentingnya pakai masker dan jaga jarak saat di luar rumah,” jelas Pandu.

(ks/daf/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia