alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Pantau Penerapan Prokes, Bupati Jepara Sidak Pasar hingga Masjid

29 Juli 2020, 11: 37: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

JAGA JARAK: Andi memasang lakban pembatas antarjamaah di Masjid Baiturrahman Srobyong, Mlonggo kemarin.

JAGA JARAK: Andi memasang lakban pembatas antarjamaah di Masjid Baiturrahman Srobyong, Mlonggo kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Bupati Jepara Dian Kristiandi memantau penerapan protokoler kesehatan di sejumlah tempat kemarin. Mulai dari Pasar Mlonggo, Masjid Baiturrahman Srobyong, hingga monitoring Satgas di Desa Slagi, Pakis Aji. Di masjid Andi menemukan belum ada pembatas antarjamaah. Dia pun berinisiatif memasang lakban pembatas jamaah dibantu Camat Mlonggo M. Taksin.

”Kepada pengurus masjid saya berpesan untuk melanjutkan memberi tanda pembatas jamaah. Ini upaya untuk memutus Covid-19 di Jepara,” tutur Andi saat memasang pembatas menggunakan lakban dan membentuk silang X.

Dalam monitoring itu, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mudrikatun, Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Ratib Zaini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Kusmiyanto, dan Camat Mlonggo M. Taksin. Dalam monitoring ini, masjid diberikan sejumlah bantuan alat pelindung diri dan paket sembako untuk desa.

SIDAK: Bupati Jepara Dian Kristiandi sidak penerapan protokol kesehatan di Pasar Mlonggo kemarin.

SIDAK: Bupati Jepara Dian Kristiandi sidak penerapan protokol kesehatan di Pasar Mlonggo kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Sebelumnya Andi juga meninjau Pasar Mlonggo. Sebelum masuk pasar, dia cuci tangan di depan pintu masuk. Sambil menyapa pedagang dan pembeli Andi menyampaikan ucapan terima kasih telah memakai masker. Sampai di kios dalam bagian sembako, menjumpai pedagang yang maskernya hanya dipakai sampai dagu. ”Monggo maskernya dipakai yang benar ya bu,” tegurnya.

Masuk ke losmen ikan pedagang dan pembeli sudah tertib memakai masker. Namun di salah satu kios pakaian, ada pedagang yang tidak memakai masker. ”Ayo ayo maskernya di mana. Kok tidak dipakai,” kata Andi.

Lalu pedagang itu bergegas mencari maskernya dari dalam tas. Kemudian dipakai. Andi mengingatkan untuk terus memakai masker. Bahkan jika ada pembeli yang tidak memakai masker, pedagang wajib menegur. Sebelum memakai masker tidak boleh beli.

”Protokol kesehatan harus diperketat. Saya ingatkan kalau protokol kesehatan tidak dijalankan dengan baik, Kepala Pasar bisa saja dipindah. Diperhatikan juga ada petugas yang jaga. Menegur pedagang dan pembeli yang tak pakai masker. Semua itu demi kepentingan bersama,” tuturnya.

Setelah kunjungan ke pasar dan masjid, Andi meninjau Satgas Desa Slagi, Pakisaji. Di sana ia mengajak relawan dan pemdes menggandeng tokoh agama, lingkungan, dan masyarakat untuk menyatukan persepsi pencegahan dan penanganan Covid-19.

Sementara itu Petinggi Desa Slagi Damam mengatakan terdapat tujuh warga yang terkonfirmasi Covid-19. Tinggal tiga warga yang menjalani isolasi mandiri. Baru saja selesai kemarin dan boleh pulang. Pihaknya bergerak bersama relawan, satgas, dan Karang Taruna memantau isolasi mandiri warga. Bahkan meminjam Buper Pakis Adhi sebagai tempat karantina. ”Sudah kami anggarkan baik penanganan dan bantuan tunai. Semoga cukup tujuh saja tidak ada tambahan,” terangnya.  

(ks/war/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia