alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Letkol Arm Irwansah, Komandan Kodim Kudus

Jago Bahasa Inggris, Pernah Exchange ke Australia

29 Juli 2020, 10: 45: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

BERCENGKERAMA: Letkol Arm Irwansah, Komandan Kodim 0722/Kudus sedang bercengkerama dengan warga desa.

BERCENGKERAMA: Letkol Arm Irwansah, Komandan Kodim 0722/Kudus sedang bercengkerama dengan warga desa. (KODIM 0722/Kudus FOR RADAR KUDUS)

Share this      

Selain mengantarkan Kodim 0722/Kudus juara III nasional, Dandim Letkol Arm Irwansah juga fasih berbahasa Inggris. Dia pun pernah mengikuti program exchange ke Australia.

DIYAH AYU FITRIYANI, Kudus

SEBAGAI anggota TNI Angkatan Darat (AD) Letkol Arm Irwansah tak hanya ahli di bidang persenjataan dan strategi militer. Pria bertubuh tegap itu juga memiliki kemampuan intelektual yang tak kalah baik. Berbagai kemampuan yang dimiliki Irwansah inilah yang mampu mengantarkannya menuju perkembangan karir yang baik di usianya yang masih muda.

Selama terjun di dunia kemiliteran selama sekitar 19 tahun, Lelaki kelahiran Malang, 26 September 1980 tercatat sempat bertugas di sejumlah kesatuan dengan posisi strategis. Setelah lulus dari Akmil pada 2001 dirinya ditugaskan di Batalyon Armed 7/105 GS Bekasi.

”Penugasan protokoler. Lebih ke pengamanan VVIP. Sebab, disana banyak kegiatan RI1 dan RI2,” ungkapnya.

Setelah itu, Irwansah ditugaskan di satuan pendidikan Pusat Pendidikan Artileri Medan Cimahi, Jabar. Sekitar delapan bulan dirinya bertugas sebagai guru militer. Setelah itu kemudian pindah menjadi Wakil Komandan Batalyon Armed 10 Kostrad di Bogor. Lalu pindah tugas menjadi Kasdim 0507/Bekasi. Kemudian menjadi Kepala Bagian Perencanaan Pendidikan di Akmil dan menjadi Komandan Batalyon Armed 3/105 TARIK Magelang. Sebelum akhirnya pindah tugas sebagai Dandim 0722/Kudus.

”Setelah jadi Kasdim di Kodim 0507/Bekasi, saya lanjut pendidikan dan mendapat kesempatan studi di luar negeri,” ungkapnya.

Meski kini karir militer Irwansah cukup baik, dirinya mengakui jika dulu sempat tak ingin menjadi tentara. Saat lulus SMA, dirinya ingin bekerja di bidang teknik. Saat itu, dia sempat mendaftar UMPTN di salah satu universitas negeri di Jateng. Namun seiring berjalannya waktu, dia akhirnya mantap menjadi tentara.

”Saat itu tentara menjadi cita-cita saya. Alasannya sebenarnya simpel. Saya ingin cari profesi yang kerjanya sudah jelas,” ujar suami Mayang Suci Mayestika.

Saat menjadi mahasiswa di Akmil, ayah dua anak ini tergolong berprestasi. Dia tergabung dalam tim debat bahasa Inggris. Bersama dua rekannya, dirinya sering mengikuti perlombaan bahasa Inggris di berbagai universitas kenamaan di Indonesia. Mulai dari di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga di Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Sebagai taruna akmil, dia sering dianggap sebelah mata oleh lawan-lawannya yang notabene sudah memiliki jam terbang tinggi. Kendati demikian, dia dan temannya pantang menyerah untuk terus belajar. Saat awal-awal mengikuti perlombaan, dirinya sadar jika sebagai newcomer bukan menang yang menjadi orientasi utama.

”Saat awal-awal, kami belum tahu ilmunya. Kami ikut saja, kalah ndak masalah. Yang penting dapat pengalaman dan pertemanan dulu. Ini pengalaman berharga bagi saya. Saat itu kami merasa teman-teman menganggap remeh. Mungkin dipikir taruna hanya menang di seragam saja. Tapi karena usaha keras, tapi masuk beberapa tahap tapi berulang kali gagal,” kata bungsu tiga bersaudara ini.

Usaha keras yang dilakuakn akhirnya menuai hasil. Dalam lomba se-Jawa-Bali di Universitas Katolik Parahyangan Bandung Irwansah dan tim berhasil meraih juara harapan 1. Kondisi inilah yang akhirnya mengantarkannya untuk mengikuti exchange ke Australia.

Selama bertugas sebagai Dandim 0722/Kudus pada akhir Agustus 2020 tercatat, keamanan wilayah dapat dikondisikan dengan baik. Saat pelaksanaan Pilkades serentak seluruh proses berjalan dengan baik. Bahkan tiga anggota yang mencalonkan diri sebagai kontestan pilkades juga menjadi pemenang.

”Alhamdulillah, selama bertugas di Kudus tak ada kendala yang berarti. Baik dari sisi internal maupun ke masyarakat tidak ada permasalahan,” ungkapnya.

Dalam memimpin anggota di Kodim/0722 Kudus, Irwansah menerapkan tiga konsep. Profesional, integritas dan loyalitas. Ketiga konsep ini mampu dilaksanakan dengan baik.  Kehadirannya di Kodim 0722/Kudus pun mampu membawa kesatuan menjadi juara III nasional terkait lomba karya jurnalistik TMMD Reguler kategori Dansatgas. Selain program dan capaian yang dilaksanakan, dirinya mengakui prestasi yang didapat juga tak lepas dari peran media yang membantu publikasi.

Selama pandemi, dia sebisa mungkin bersama anggota untuk perang melawan Covid-19. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19. Mulai dari sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran warga agar selalu tertib protokol kesehatan selama beraktivitas di luar rumah. Hingga mendukung kesejahteraan masyarakat. Dengan memberi bantuan sembako terhadap kelompok rentan.

”Karena Covid-19 musuh yang mengancam ketahanan wilayah. Maka kami lakukan upaya untuk memeranginya. Mulai dari sosialisasi, bagi masker, memberikan bantuan. Karena masyarakat Kudus sebagian besar bergerak di sektor industri, kami melakukan pendekatan untuk menerapkan protokol keshetan mulai dari pekerja berangkat, melaksanakan pekerjaan di perusahaan hingga sampai mereka pulang,” tutupnya. (*)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia