alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Septiandro Surya Dewangga Membuat Tiga Robot

Usia Tiga Tahun Sudah Utak-atik Barang Rusak

29 Juli 2020, 10: 21: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

INOVATIF: Septiandro Surya Dewangga mencoba salah satu robot karyanya.

INOVATIF: Septiandro Surya Dewangga mencoba salah satu robot karyanya. (MTSN 1 PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

Selama lima bulan masa pandemi, Septiandro Surya Dewangga sudah mampu membuat tiga robot. Salah satunya line follower robot, sebagai media pengantar barang atau benda dari satu ruangan ke ruangan lain melalui jalur tunggal.

SRI PUTJIWATI, Radar Kudus

AKTIF dan suka hal baru. Begitulah remaja bernama lengkap Septiandro Surya Dewangga. Baik di boardings chool MTsN 1 Pati maupun di rumah. Terlebih selama pandemi diberlakukan pembelajaran jarak jauh. Membuatnya memanfaatkan waktu luang selama di rumah untuk membuat robot melalui bimbingan gurunya.

Laki-laki kelahiran Demak, 1 September 2007 ini mengaku, selama pandemi dia merasa memiliki ruang lebih banyak untuk menuangkan hobi. Selama lima bulan ini, Angga –sapaan akrabnya- sudah menghasilkan tiga karya dari hobi robotika yang telah dia minati sejak SD itu.

Karyanya itu, line follower robot sebagai media pengantar barang dari satu ruangan ke ruangan lain melalui jalur tunggal, lampu berbasis bluetooth voice yang bisa mengontrol barang-barang elektronik, dan smart arm robot sebagai karya yang cocok bagi orang yang malas gerak (mager) di rumah.

”Projek ini merupakan suatu karya. Saya melihat sebuah karya yang sudah ada, lalu saya kembangkan sendiri dengan ide-ide baru. Karya ini sudah bisa dimanfaatkan. Namun masih perlu dikembangkan lagi untuk projek yang lebih besar,” ungkap warga Perum Taman Kembang Regency, Ketanjung, Karanganyar, Demak, ini.

Bungsu dari dua bersaudara ini mengaku, dalam pembuatan robot ini, dia dibimbing guru pembimbing yang didatangkan langsung MTsN 1 Pati ke rumahnya. Selama membuat robot, banyak kendala yang ia hadapi. Terutama saat pemrograman. Ia terus berkonsultasi dengan guru pembimbing robotiknya dan mencari referensi di Youtube dan Google.

”Satu projek saya kerjakan sekitar satu minggu. Biasanya memang pengerjaannya saat waktu luang. Soalnya kegiatan saya juga banyak. Masa belajar di rumah sering mengikuti lomba olimpiade online dan menghafal Alquran. Alhamdulillah bisa selesai juga membuatnya, karena saya sangat antusias,” ucapnya.

Siswa kelas VIII MTsN 1 Pati ini mengaku, mulai suka berminat dengan robot saat kelas VII. Sejak ada program kelas robotik di sekolahnya. Namun, sebelumnya dia memang suka otak-atik barang bekas sejak usia tiga tahun. Pada usia tersebut, Angga juga senang ikut servis mobil orang tuanya. Dia mampu mengambil alat-alat yang disebutkan bapaknya.

”Waktu SD sering membuat mainan sendiri dari barang-barang bekas. Seperti pompa air mini, ekskavator mini, dan generator listrik DC. Setelah di MTsN 1 Pati dengan dukungan kepala sekolah Pak Musyafak dan guru pembimbing Pak Ali Muzakki, saya bisa lebih terampil,” jelasnya.

Terpisah, Kepala MTsN 1 Pati Ali Musyafak mengapresiasi inovasi salah satu siswanya di bidang robotik itu. Kelas robotik menjadi salah satu program unggulan di sekolahnya. Ia sengaja mengirim guru ahli roboti dan pemrograman untuk membimbing Angga. Menurutnya, keberhasilan itu ia sebut dengan merdeka belajar. Artinya, sekolah lebih banyak memberikan ruang pada siswa-siswa berbakat untuk berkembang dengan passion mereka. Didukung lingkungan yang inovatif untuk menampung ide siswa.

”Lingkungan inovatif ini, tercipta dengan kerja sama orangtua siswa, guru pendamping, kepala madrasah yang secara proaktif berkomunikasi. Tujuannya, bersama-sama mendukung dan memfasilitasi antusiasme anak untuk belajar berinovasi. Kombinasi tersebut dapat menghasilkan anak yang tidak dituntut berinovasi, tetapi dengan kegembiraan mereka terus berinovasi,” paparnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia