alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

UMKU Launching Prodi Baru, Pendidikan Profesi Apoteker

29 Juli 2020, 09: 53: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

PERJUANGAN PANJANG: Rektor UMKU Rusnoto SKM, MKes (Epid) (tengah) menerima SK Prodi Pendidikan Profesi Apoteker dari Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jateng Prof. Dr. H. DYP Sugiharto kemarin.

PERJUANGAN PANJANG: Rektor UMKU Rusnoto SKM, MKes (Epid) (tengah) menerima SK Prodi Pendidikan Profesi Apoteker dari Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jateng Prof. Dr. H. DYP Sugiharto kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menerima SK program studi baru, Pendidikan Profesi Apoteker. Seremoni penerimaan SK ini, digelar di ruang serba guna kemarin. Diserahkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jateng Prof. Dr. H. DYP Sugiharto kepada Rektor UMKU Rusnoto SKM, MKes (Epid).

Acara ini di antaranya dihadiri Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kudus Sholihul Umam, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus Ahmad Hilal Majdi, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Sajad, Rektor Universitas Sahid Surakarta Mohammad Haris, dan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muta’alimin Kudus Gus Ali Fikri Al Hafidz.

Selain penyerahan SK Prodi Pendidikan Profesi Apoteker, juga ada penandatangan kerja sama dengan Universitas Sahid Surakarta.

Rektor UMKU Rusnoto SKM, MKes (Epid) mengaku, mendapatkan SK ini, sangat sulit. Melalui proses yang cukup panjang. Pihaknya mengajukan Prodi Pendidikan Profesi Apoteker sejak 2015. Karena akreditasi belum terpenuhi, sehingga Prodi Farmasi yang lebih dulu dapat SK. ”Mendapatkan SK ini penuh perjuangan,” ujarnya.

Kemudian 2017 diajukan lagi sebagai salah satu prodi baru untuk pengajuan menjadi universitas. Lagi-lagi terkendala akreditasi. ”Kami tak pantang menyerah. Pada 2019 kami mengajukan lagi. Dengan bantuan Prof. DYP Sugiharto akhirnya bisa launching juga SK Prodi Pendidikan Profesi Apoteker ini,” ungkapnya.

Setelah S-1 Farmasi menerima hasil akreditasi B, kemudian pengusulan diproses kembali. Di masa pandemi Covid-19 ini, dilakukan visitasi secara online dan memenuhi syarat untuk berdiri Prodi Profesi Apoteker (PSPA).

”September ada pendaftaran mahasiswa baru angkatan pertama. Kami menerima 30 mahasiswa. Jurusan ini bisa ditempuh dengan lama studi tiga semester,” terangnya.

Sementara itu, Prof. DYP Sugiharto memberikan pesan pada UMKU. Tugas berikutnya mengonfersi atau meningkatkan level akreditasi B ke level yang di atasnya. Supaya UMKU bisa membuka prodi yang bekerja sama dengan dunia industri.

”UMKU sudah ada kerja sama dengan Universitas Sahid Surakarta. Ini terobosan bagus. Ke depan bisa kerja sama dengan dunia industri. Atau menjalin kerja sama pertukaran mahasiswa. Kuncinya kompak dan saling mendukung institusi,” tegasnya.

Dia menambahkan, kelulusan program pendidikan profesi standart nasional tiga tahun, diharapkan kelulusan UMKU lebih cepat dari standar nasional. ”Harapannya bisa mempercepat konfersi akreditasi,” imbuhnya. 

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia