alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Begini Klarifikas Kepala PA Jepara soal Dispensasi Nikah Capai Ratusan

28 Juli 2020, 21: 41: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

Begini Klarifikas Kepala PA Jepara soal Dispensasi Nikah Capai Ratusan

JEPARA - Pengadilan Agama (PA) Jepara memberikan klarifikasi soal beredarnya kabar kurang tepat yang marak di media sosial tiga hari terakhir. Tentang tingginya angka dispensasi nikah di Jepara. Selain soal rentang waktu pengajuan dispensasi, juga soal tak semua dispensasi yang diajukan lantaran pemohon hamil duluan.

Kepala PA Jepara Faiq didampingi sekretaris dan panitera kemarin pagi menyatakan, pihaknya menyesalkan adanya berita di salah satu media online yang menimbulkan salah persepsi. Khusus untuk pengajuan dispensasi kawin pada 2020 ini, sampai 25 Juli ada 236 perkara. Itu diajukan secara bertahap dalam rentang waktu Januari hingga Juli.

Jumlah pengajuan itu, cukup banyak jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lantaran ada perubahan aturan yang disahkan pada Oktober 2019 lalu. ”Dalam UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, disebutkan usia minimal untuk menikah 19 tahun bagi kedua mempelai. Sedangkan UU sebelumnya, UU Nomor 1 Tahun 1974, usia nikah minimal 16 tahun bagi perempuan dan 18 tahun bagi laki-laki. Peningkatan pengajuan ini juga tidak hanya terjadi di Jepara,” katanya.

Faiq mengaku, kondisi pemohon tak semuanya hamil. ”Jadi tak benar jika dikatakan ada 240 anak SMA berbondong-bondong mengajukan dispensasi karena hamil duluan. Berbondong-bondong seolah mengajukan secara bersamaan. Padahal itu akumulasi selama Januari sampai Juli,” terangnya.

Pada perkara yang diajukan 2020 ini, persentase pemohon yang dalam kondisi hamil 52,12 persen. Sisanya, 47,88 persen tak dalam kondisi hamil. ”Ada yang memang karena anak dan orang tuanya menginginkan pernikahan dini,” tuturnya.

Dalam pengajuan dispensasi nikah ini, PA Jepara tak serta merta mengabulkan. Meski syarat pengajuan hanya empat, pihaknya menambahkan syarat lain agar dispensasi ini tak dianggap mudah.

Empat syarat pengajuan dispensasi nikah, meliputi FC KTP orang tua, FC akta kelahiran, surat penolakan dari KUA, dan surat permohonan dispensasi nikah yang ditujukan kepada ketua PA Jepara.

Namun dalam prosesnya, PA juga meminta surat tes kesehatan hingga dalam beberapa hal ada rekomendasi atau pernyataan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Ketua MKKS SMA Jepara Udik Agus DW menam bahkan, kemarin pagi pihaknya bersama ketua MKKS SMK mendatangi PA. Tujuannya, untuk mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus untuk laporan ke provinsi. ”Ada yang kurang tepat dari berita yang beredar. Tak benar kalau dikatakan 240 (yang mengajukan dispensasi nikah) itu anak SMA,” ungkapnya. 

(ks/emy/lin/top/JPR)

 TOP