alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Mebel Jepara Bidik Pasar Ekspor ke Azerbaijan

28 Juli 2020, 16: 30: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

MODERATOR: Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Unisnu Jepara Gun Sudiryanto saat memandu seminar nasional daring di ruang kerjanya kemarin.

MODERATOR: Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Unisnu Jepara Gun Sudiryanto saat memandu seminar nasional daring di ruang kerjanya kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Azerbaijan berpotensi menjadi pasar komoditas ekspor furnitur Jepara. Negara di kawasan Kaukasus itu, sedang mengembangkan infrastruktur.

Hal itu terungkap pada seminar daring nasional bertajuk ”Potensi Industri Jepara dalam Membidik Pasar Azerbaijan dan Eropa Timur” kemarin. Seminar itu diselenggarakan Universitas Tarumanegara yang didukung Kamar Dagang dan Industri Jepara, Kementerian Perdagangan RI, dan Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan. Dengan moderator Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Unisnu Jepara Gun Sudiryanto.

Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie menjelaskan, mebel dari Indonesia di Azerbaijan harus bersaing dengan produk Turki. Saat ini, negara paling timur di Eropa itu, butuh banyak pengisian interior. Seperti kursi, set kitchen, dan komponen furnitur.

”Dengan potensi mebel Jepara tentu sangat potensial. Tinggal bagaimana menangkap potensi pasar di sini (Azerbaijan) dengan produk dari Indonesia. Kalau bisa masuk Azerbaijan akan jadi pintu pembuka negara di sekitarnya,”  jelasnya.

Sementara itu Kasan, dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI mengatakan, produk potensial ekspor ke Azerbaijan adalah kursi rangka kayu dan kursi untuk kendaraan. ”Pemerintah menyediakan ruang untuk membantu desain furnitur hingga perizinan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Kamar Dagang (Kadin) Jepara Andang Wahyu Triyanto mengatakan, meski potensial, jika dihitung harga mebel sampai Azerbaijan bisa empat sampai lima kali lipat. Untuk itu, perlu kajian mendalam bagaimana produk dan jenis yang sesuai dengan pasar dan harga mampu bersaing.

”Dari sisi tenaga kerja, Jepara kompetitif. Bisa menekan harga. Tapi ada kendala juga dengan bahan baku,” tuturnya.

Rektor Universitas Tarumanegara Agustinus Purna Irawan menyampaikan, perlua adanya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan akademisi dalam mengembangkan ekspor. Kegiatan pembelajaran mahasiswa yang berorientasi local wisdom dikolaborasikan dengan minat pasar. ”Pemerintah memfasilitasi terkait regulasi. Dengan potensi mebel Jepara saat ini, bisa menjadi peluang untuk masuk ke pasar Eropa Timur,” katanya.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia