alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Alasan PKL Balai Jagong Tak Setuju Aturan Selang-Seling Jualan

28 Juli 2020, 15: 48: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

SEGERA RILIS: Suasana PKL Balai Jagong sebelum pandemi ramai pengunjung. Tak lama lagi pedagang yang sempat vakum diperbolehkan jualan lagi.

SEGERA RILIS: Suasana PKL Balai Jagong sebelum pandemi ramai pengunjung. Tak lama lagi pedagang yang sempat vakum diperbolehkan jualan lagi. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Pedagang kaki lima (PKL) Balai Jagong tak setuju dengan aturan sehari jualan, sehari libur. Bagi PKL selang-seling jualan ini cukup ribet dan tidak adil.

Salah satu PKL Balai Jagong Iskhak mengatakan, pedagang ingin berjualan serentak. Namun, dari Pemkab meminta untuk bergiliran, sehingga pihaknya harus menyatukan suara lebih dulu.

Jika memang ada pembagian jualan, Dinas Perdagangan harus adil. Biar meminimalisir terjadinya kisruh PKL satu dengan yang lain.

”Maka kami masih mencari jalan tengah,” jelasnya.

Sebenarnya, PKL Balai Jagong merasa gembira sudah diperbolehkan jualan lagi. Sayangnya harus ada jadwal jualan.

Dia mengaku, jumlah PKL Balai Jagong ada 300 orang. Ada yang pakai gerobak. Ada yang sepeda motor keliling. Yang sulit dideteksi yang memakai sepeda motor.

Jika memang ada penjadwalan, dia mengusulkan agar seluruh PKL dijadwal. Tidak hanya yang menempati lapak, tapi juga pedagang yang keliling. ”Apalagi, ini sudah dibuat petakan jarak. Inilah yang bikin kami belum sepakat,” terangnya.

Seperti diketahui, PKL Balai Jagong sejak ada pandemi tidak diperkenankan berjualan hingga sekarang. Mulai Maret hingga sekarang masih ditutup. Mereka dengan terpaksa berjualan di tempat lain. Bahkan, tiap minggu jualan di luar pembatas.

Dinas Perdagangan memiliki konsep, PKL dalam berjualan dibagi dua yakni sehari berjualan sehari libur. Alasannya agar tidak terjadi kerumunan di Balai Jagong.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti, mengatakan, boleh berjualan kembali, tapi giliran. Awalnya, tidak sepakat. Namun, pihaknya tegas, kalau ingin jualan semua sebaiknya tidak usah berjualan.

”Pada akhirnya PKL Balai Jagong meminta waktu untuk membahas keputusan ini. Kalau misalkan sudah siap, kami akan melaporkan ke Plt Bupati Kudus Hartopo dan segera direalisasikan,” jelasnya.

(ks/san/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia