alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Mengenal Roni Delaserna Hipnollusionist

Presentasikan Ilmu Laduni kepada Orang India

28 Juli 2020, 11: 50: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

MENDUNIA: Roni Delaserna memberikan pelatihan hipnotis di India sebelum merebak pandemi Covid-19.

MENDUNIA: Roni Delaserna memberikan pelatihan hipnotis di India sebelum merebak pandemi Covid-19. (DOKUMEN PRIBADI  )

Share this      

Roni Delaserna menekuni dunia hipnollusionist sejak 2006. Beberapa kali workshop hipnotis dilakukannya. Penampilannya sampai luar negeri. Salah satunya India.

ACHMAD ULIL ALBAB, Radar Kudus

MENGENAKAN setelan kaos oblong warna hitam dan celana jeans, Roni terlihat santai di rumah kos di Saliyan, Kelurahan Pati Lor, Pati, siang kemarin. Rumah itu miliknya. Ada delapan kamar. Dia tinggal di kamar paling ujung.

(DOKUMEN PRIBADI  )

Roni sekarang ini tak banyak berkegiatan. Akibat pandemic Covid-19. Beberapa jadwal pelatihannya harus ditunda. Dari kegiatan hipnoterapi di sekolah-sekolah hingga kegiatan pelatihan-pelatihan ke luar negeri. Roni hanya melayani beberapa pelatihan online saja. 

Selain di sekolah-sekolah, Roni juga diundang mengisi workshop hipnotis di luar negeri. Pada awal Maret lalu Roni menggelar workshop di India. Ada delapan peserta. Mereka mengundang langsung Roni.

Orang-orang India itu kepincut kemampuan Roni yang dipublikasikan melalui channel Youtube-nya. Mereka tertarik videonya yang mengulas ilmu laduni. ”Saya juga ada undangan di Malaysia dan juga Portugal,” terang Roni.

Roni memanfaatkan Youtube menampilkan kemampuannya. Belum lama ini channelnya mendapat silver play button dari Youtube. Itu pencapaiannya dapat 100.000 subcriber.

Ketertarikan pria bernama asli Roni Firmansyah dengan dunia hipnotis berawal dari dunia sulap. Roni kecil sangat tertarik dengan sulap. Dia kemudian mulai belajar sungguh-sungguh. Melalui buku, televisi, hingga mengikuti pendidikan di International Association Of Counselors and Therapists (IACT) Amerika Serikat pada 2011.

Roni menyebut dirinya seorang hipnollusionist. Hipnollusionist merupakan penggabungan antara hipnotis dan ilusi. Ini adalah salah satu aliran sulap ilusi dengan mengombinasikan hipnotis.

Di IACT, Roni belajar tatap muka selama tiga hari. Selebihnya ilmu yang didapat dari pelatihan itu dieksplor sendiri. Pengembangan diri penting untuk mengasah skill. Karena tanpa latihan-latihan sendiri, pelatihan yang didapat akan percuma. Dia meyakini ilmu itu harus diasah terus.

Setahun setelah belajar di IACT, pria kelahiran Pati, 21 Februari 1986 ini kemudian mendirikan Delaserna. Sebuah lembaga pelatihan dan edukasi untuk hipnotis. Menurutnya, ada banyak manfaatnya. Hipnotis ini pada dasarnya memberikan sugesti positif. Bisa membantu menghilangkan phobia, trauma, dan banyak lainnya.

Awal karir ia akui lebih banyak di jalanan. Menurutnya, di awal-awal orang belajar hipnotis sebagai siklusnya iseng-iseng. Suka ngerjain orang. ”Kemudian jenuh dan akhirnya mencoba ke hipnoterapi,” kata Roni kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Roni kemudian mulai menawarkan jasanya ke dunia pendidikan. Untuk membantu proses pembelajaran. Selain itu hipnoterapi juga untuk membantu proses penyembuhan, baik dalam pengobatan penyakit medis maupun nonmedis.

”Manfaat hipnotis ini luas. Ini yang belum banyak diketahui masyarakat,” papar alumni S1 Akuntansi Unisbank Semarang ini.

Karena itu, lanjutnya, dia mendirikan Delaserna. Sebuah lembaga edukasi dan pelatihan tentang hipnotis, agar hipnotis tak selalu dikaitkan dengan kejahatan.

Seperti alumni-alumni pelatihan yang dilakukan Roni. Kebanyakan ilmu hipnotis yang diberikan digunakan sesuai dengan latar belakang profesinya.

Murid-murid pelatihannya sudah tak terhitung. Mereka dari berbagai kalangan. Ada polisi, dokter juga guru. ”Kalau polisi bisa untuk hipnoforensik untuk penggalian data, hipnoanastesi untuk membantu mengurangi rasa sakit saat pengobatan, dan banyak lainnya,” papar Roni. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia